Es Balok Langka di Sibolga, Nelayan Terancam Tak Melaut

  • Whatsapp
Reza Andhika Rahmad salah seorang pengusaha perikanan yang mengeluh atas kelangkaan es balok di Kota Sibolga

1Minutesnews.com, SIBOLGA | Satu Minggu terakhir, para pengusaha ikan di Kota Sibolga mengaku kesulitan memperoleh Es Balok (Es Batangan,red). Akibatnya, nelayan terancam tak melaut karena takut hasil tangkapannya membusuk, Senin (1/4/2019).

Hal ini diungkapkan Reza Andhika Rahmad (25) salah seorang pengusaha muda yang berkecimpung di perikanan.

“ Benar bang, satu minggu terakhir ini pasokan es batang kepada kami di kurangi,” ungkap Reza hari Senin (1/4/2019).

Reza selain bergerak di bidang perikanan sekaligus pemilik Tangkahan Rasuna di Jalan Mojopahit Kota Sibolga ini ,mengakui bukan hanya pengusaha ikan saja yang mengalami kerugian, semua sektor yang berhubungan dengan perikanan mengalami kerugian akibat kelangkaan es batangan ini.

“ Kami terpaksa menunda keberangkatan kapal bang. Akibatnya ABK kami pun menganggur dan jelas mereka harus kami tanggujawabi kehidupannya. Bukan hanya kami yang memiliki kapal yang menderita kerugian, nelayan dan pengirim ikan juga mengalami hal yang sama. Apabila dipaksakan juga ikan akan membusuk akibat kekurangan es untuk pendinginnya bang,”lanjut Reza.

Reza mengakui bahwa selama ini untuk sekali keberangkatan kapalnya setidaknya membutuhkan 200 Batang Es Balok. Tetapi saat ini dirinya hanya mendapatkan jatah sebanyak 100 batang.

“ Harga perbatangnya Rp. 17.500 bang, biasanya saya butuh 200 batang. Tapi saat ini pasokan hanya dapat dari pabrik es sebanyak 100 batang saja. Kami sudah tanyakan langsung ke pemilik pabrik es, alasannya karena tingginya permintaan dan salah seorang pengusaha pabrik es mengaku mesin mereka rusak ” lanjut Reza.

Pengusaha muda sekaligus aktivis ini meminta agar kelangkaan ini cepat teratasi.

Es balok yang akan dipergunakan nelayan untuk proses pendinginan ikan selama melaut (Foto Ist)

Manager PT. Duta Tangkas Utama Syafriwal yang bergerak di bidang produk es balok mengakui bahwa produksi mereka normal tidak ada kendala. Tetapi akibat keberangkatan kapal yang serentak membuat permintaan atas es balok mengalami kenaikan.

“ Kami tidak ada menahan es pak. Tetapi permintaan belakangan ini tinggi. Kami biasanya produksi es sebanyak 1.000/batang/hari tetapi permintaan sudah mencapai 2.000/batang/hari. Akibatnya, kami juga harus mengurangi jumlah dari permintaan konsumen kami,” ungkap Syafriwal yang keberadaan pabriknya berada di kompleks PPN Pondok Batu Sarudik.

Tetapi pemilik pabrik es balok lainnya Alok yang diketahui sebagai pemilik CV . Yakin dan PT.SMA, PT. TIAM mengakui bahwa selain akibat permintaan es balok yang cukup tinggi juga adanya kerusakan mesin di pabrikan miliknya.

“ Permintaan naik belakangan ini Pak. Mungkin lagi musim ikan Pak. Dua pabrik kami juga ada kendala, mesin kami ada kerusakan. Lagi perbaikan. Tetapi dalam beberapa hari ke depan saya rasa sudah bisa kembali produksi Pak,” jelas Alok.

Industri es batangan dan industri perikanan, merupakan sebuah jenis usaha yang saling berkaitan serta saling menyokong. Para pelaku industri perikanan, amat tergantung terhadap ketersediaan es batangan sebagai bahan pengawet ikan, baik setelah ditangkap ditengah laut, maupun saat hendak dikirim untuk dipasarkan ke luar daerah.
Sementara pabrik es batangan juga bergantung kepada industri perikanan, sebagai pelanggan dan penyerap utama produksi es batangan. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan