Di Desak Untuk Ditahan, Ini Pengakuan Roder Nababan

  • Whatsapp
Roder Nababan, SH

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Roder Nababan SH, membenarkan dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi tidak ditahan oleh Penyidik Polda Sumut karena mengajukan penangguhan.

Hal ini diungkapkan oleh Roder Nababan, SH saat diminta tanggapannya terhadap pemberitaan di salah satu media on line .

Dipemberitaan tersebut dituliskan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Utara melalui salah seorang pengurusnya, mendesak Polda Sumut untuk melakukan penahanan karena statusnya sudah menjadi tersangka.

“ Ya.. saya dijadikan tersangka pada hari yang sama . Jam 10.00 pagi saya menjadi saksi dan jam 16.00 WIB langsung diperiksa sebagai tersangka,” jawab Roder Nababan melalui pesan whatshap, hari Sabtu (27/4/2019) lalu sekira pukul 20.48 WIB.

Masih kata Roder “ Jam 21.00 WIB di lakukan berita acara penangkapan, jam 22.00 WIB malam ditangguhkan,” lanjutnya tanpa menjelaskan tanggal berapa dirinya di tetapkan sebagai tersangka.

Roder Nababan, SH yang juga berprofesi sebagai Pengacara dan diketahui pernah menjadi Kuasa Hukum dari Pemkab Tapteng masa Bupati Raja Bonaran Situmeang, menjelaskan kasus yang disangkakan kepada dirinya.

“ Laporan Sartono, menurut Saya bahwa 39 Juta sudah dilakukan pembayaran karena yang membayar bukan saya. Uang itu dikirim Sartono untuk membiayai perkara yang saya tangani dan perkara selesai. Namun saya dilaporkan penipuan dengan menjanjikan proyek,” ungkap Roder Nababan, SH.

 

Roder kecewa dengan kasus yang dipersangkakan kepada dirinya.

“ Aneh bin ajaib, bagaimana Saya bisa janji proyek ? Saya bukan pejabat negara dll… Tapi itulah akibat saya melaporkan dan membangun perlawanan kepada BS (inisial, red) ,” tulis Roder menanggapi pertanyaan redaksi 1MinutesNews.COM

Polda Sumut melalui, Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi terkait status serta kasus yang dipersangkakan kepada Roder Nababan, belum diperoleh keterangan resmi.
Pertanyaan yang diajukan redaksi 1MinutesNews.COM melalui pesan whatshap tidak dibalas hingga berita ini diturunkan.

Untuk diketahui di salah satu pemberitaan media on line menurunkan berita tanggal 27 April 2019 dengan judul “IMM Meminta Poldasu, Segera Menahan Roder Nababan “.

Dipemberitaan ini juga dituliskan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (DPD IMM Sumut), mendesak Polda Sumatera Utara. untuk segera menahan Roder Nababan atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai laporan korban Sartono Manalu.

““Desakan ini didasari bahwa Roder Nababan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Poldasu,” ujar Seftian Eko Bendahara Umum DPD IMM Sumut sesuai dikutip dari media online www.edlanews.com.

Sementara mengenai penangguhan, dikutip dari hukum online.com menyebutkan penangguhan penahanan, diatur dalam Pasal 31 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, (“KUHAP”) yang berbunyi atas permintaan tersangka atau terdakwa, penyidik atau penuntut umum atau hakim, sesuai dengan kewenangan masing-masing, dapat mengadakan penangguhan penahanan dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang, berdasarkan syarat yang ditentukan.

Dengan demikian, untuk seseorang mendapat penangguhan penahanan, harus ada:
a. Permintaan dari tersangka atau terdakwa;
b. Permintaan penangguhan penahanan ini disetujui oleh penyidik atau penuntut umum atau hakim yang menahan dengan atau tanpa jaminan sebagaimana ditetapkan;
c. Ada persetujuan dari tersangka/terdakwa yang ditahan untuk mematuhi syarat dan jaminan yang ditetapkan. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan