Cara Menghitung Perolehan Kursi dan Caleg Terpilih di DPR/DPRD Teknik Sainte Lague

  • Whatsapp
ILUSTRASI PENGHITUNGAN SUARA

1Minutesnews.com,DID YOU KNOW | Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 telah digelar bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019.

Menariknya, pelaksanaan Pemilu 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Jika Pemilu 2014 memakai metode BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) dalam menentukan jumlah kursi, maka pemilu kali ini akan menggunakan teknik Sainte Lague untuk menghitung suara.

Metode ini diperkenalkan oleh seorang matematikawan asal Perancis bernama Andre Sainte Lague pada tahun 1910.

Sementara di Indonesia regulasi ini disahkan pada 21 Juli di DPR RI dengan menggabungkan tiga undang-undang pemilu, yakni UU 8 2012 tentang Pemilu Legislatif, UU 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilu dan UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Sebelum menentukan caleg mana yang akan mendapatkan kursi, perlu lebih dulu mengetahui parpol yang lolos parliamentary thresold atau memperoleh minimal 4% suara sah nasional. Ada 16 partai politik nasional di Pileg 2019, parpol yang suaranya di bawah 4%, otomatis gagal masuk DPR RI.

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, menyebutkan bahwa partai politik harus memenuhi ambang batas parlemen sebanyak 4 persen dari jumlah suara. Hal ini diatur dalam Pasal 414 ayat 1.

Sesudah partai memenuhi ambang batas parlemen, langkah selanjutnya adalah menggunakan metode Sainte Lague untuk mengkonversi suara menjadi kursi di DPR.

Hal itu tertera dalam Pasal 415 (2), yaitu setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3,5, 7 dan seterusnya.

Namun, penting dicatat, parliamentary threshold hanya diberlakukan untuk DPR RI, sementara untuk DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, semua parpol dianggap lolos ke parlemen.

Tinggal diikutsertakan dalam penentuan suara metode Sainte Lague, untuk menentukan caleg yang berhak duduk di parlemen sesuai jatah kursi yang ada.

Adapun Dasar Hukumnya adalah

Pasal 414

(1) Partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit 4% dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan kursi anggota DPR.

(2) Seluruh partai politik peserta pemilu diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPRD provinsi dan DPRD (kabupaten/kota)

Pasal 415

(2) Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR, suara sah setiap partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

(3) Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, suara sah setiap partai politik dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

Cara Menghitung

Setelah menentukan parpol nasional yang lolos parliamentary threshold, selanjutnya mengikutsertakan semua parpol itu dalam penghitungan metode Sainte Lague. Penting dicatat, penghitungan dilakukan berdasarkan daerah pemilih (dapil).

Berikut langkahnya:

1. Mengetahui alokasi kursi tiap dapil

2. Mengetahui suara sah tiap parpol, yang diperoleh dari coblosan untuk logo parpol atau caleg di surat suara.

3. Perolehan suara sah seluruh parpol dibagi dengan bilangan ganjil 1, 3, 5, 7, dan seterusnya sesuai alokasi kursi di tiap dapil.

3. Hasil pembagian di atas kemudian diperingkatkan berdasarkan suara terbanyak untuk mengetahui perolehan kursi masing-masing partai.

4. Jumlah kursi yang didapat parpol tersebut diisi oleh caleg dengan suara terbanyak secara berurutan.

Yuk, kita praktekan bersama-sama, karena Cara Menghitung Kursi Pemilu 2019 sangat gampang dilakukan.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan