2 WNA Bandar Narkoba Internasional Ditembak Mati Polda Sumut, 14 Kg Sabu Diamankan

Konfrensi Pers terkait pengungkapan 14 Kg sabu (Foto Istimewa)
banner 468x60

1MinutesNews.COM, MEDAN | Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara menembak mati dua warga negara asing (WNA) karena menyeludupkan 14 Kg narkoba jenis sabu .

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, mengatakan warga negara asing (WNA) itu, yakni S asal India, dan KPP dari Malaysia.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Kedua warga asing adalah KPP yang merupakan WNA asal Malaysia, dan WNA asal India berinisial S,” kata Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto Instalasi Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Senin (29/4).

Kedua WNA di tembak mati oleh petugas karena mencoba melawan saat hendak diamankan petugas.

“Jadi, saat hendak diamankan kedua WNA itu berusaha melawan dan melarikan diri. Karena aksi mereka itulah petugas dengan melakukan tindakan tegas,” ujar Irjen Agus.

Penangkapan terhadap pengedar narkoba itu berawal dari laporan masyarakat Senin (8/4) sekira pukul 21.00 WIB, ada dua orang laki-laki memiliki narkoba jenis sabu-sabu di Kompleks Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

“Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan dan membekuk dua orang tersangka AS dan A, serta mengamankan barang bukti seberat 1 kg sabu-sabu,” ucap jenderal bintang dua itu.

Agus menjelaskan, setelah dilakukan pengembangan kemudian berhasil menangkap para tersangka lainnya di lokasi yang berbeda, yakni Jalan Gatot Subroto KM 5, Kelurahan Tomang Elok, Kecamatan Medan Sunggal, Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas, Pintu Tol Tebing Tinggi,Jalan Letjen Suprapto Medan Maimun, dan Jalan Hamdoko Gang Kutilang, Tanjung Bali Kota, Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota.

Selain kedua WNA itu, petugas juga meringkus 14 orang lainnya yang merupakan Warga Negara Indonesia. Mereka diringkus karena terlibat peredaran gelap narkoba. Mereka adalah, MRI, AS, LHG, R, A, IB, Y, S, W, FS, AM, IP, M dan I .
Ia menyebutkan, sejumlah WNI dan WNA yang diamankan aparat kepolisian itu merupakan jaringan narkoba internasional, Myanmar, Srilanka, Malaysia, dan Indonesia.

“Para tersangka narkoba itu, melanggar Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, hukuman seumur hidup, hukuman 20 tahun dan hukuman 6 tahun,” katanya.

Dengan tertangkapnya 14 kg sabu ini, kata Agus, polisi menyelamatkan 140.000 anak bangsa dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna. (Rel Humas Polda Sumut)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan