Sakit Tifus dan Tipes Berbeda, Kenali Gejalanya

Ilustrasi Penyakit Tifus (Sumber Foto BundaNET)
banner 468x60

1Minutesnews.com, Artikel | Banyak orang mungkin mengira tipes dan tifus adalah hal yang sama. Penyebutan tifus dan tipes yang memang mirip membuat banyak orang salah mengira. Namun, sebenarnya tipes alias demam tifoid berbeda dengan tifus.

Tipes atau demam tifoid disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella typhi pada usus. Sedangkan, tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi atau R. prowazekii. Bakteri ini bisa dibawa oleh ektoparasit, seperti kutu atau tungau pada tikus, dan kemudian menginfeksi manusia.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Memang, gejala demam tinggi sama-sama bisa terjadi pada orang yang terinfeksi tipes maupun tifus. Namun bakteri yang menjadi sumber infeksi dari tipes dan tifus berbeda. Selain demam tinggi, gejala lain dari tifus yang dapat muncul adalah sakit perut, sakit punggung, batuk kering, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, mual, serta muntah.

Adapun beberapa jenis dari penyakit tifus, tergantung sumber bakteri yang menginfeksinya, adalah:

Tifus epidemik disebabkan oleh bakteria Rickettsia prowazeki, yang ditularkan oleh gigitan kutu pada tubuh manusia. Jenis tifus ini dapat menyebabkan sakit berat dan bahkan kematian.

Tifus endemik atau tifus murine disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang ditularkan oleh kutu pada tikus. Penyakit ini mirip dengan tifus epidemik, tapi memiliki gejala yang lebih ringan dan jarang menyebabkan kematian.

Scrub typhus disebabkan oleh Orientia tsutsugamushi, ditularkan melalui gigitan tungau larva yang hidup pada hewan pengerat. Penyakit ini bisa menyerang manusia dalam tingkat yang ringan sampai berat.

Spotted fever atau demam yang disertai dengan bintik-bintik merah pada kulit disebarkan oleh gigitan hewan caplak yang terinfeksi bakteri kelompok Rickettsia.

Apa saja ciri dan gejala tipes?

Gejala tipes atau demam tifoid bisa muncul dalam tingkat yang ringan sampai parah, tergantung dari beberapa faktor, seperti usia, kesehatan, dan riwayat vaksinasi. Gejala yang muncul juga bisa muncul secara bertahap atau mendadak.

Beberapa gejala tipes yang bisa Anda alami adalah:
• Demam setinggi 40°C
• Ruam atau bintik-bintik merah pada kulit
• Sakit kepala
• Nyeri dan sakit pada otot
• Kehilangan nafsu makan
• Diare
• Sembelit
• Sakit perut
• Muntah
• Lemah dan lesu

Apa saja gejala tipes pada anak?

Gejala tipes pada anak sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Di antaranya adalah demam tinggi, sakit kepala, sakit tenggorokan, lemah dan lesu, kurang berenergi, sakit perut, sembelit, diare, dan bintik-bintik merah.

Jika anak sudah menunjukkan gejala tersebut secara bertahap, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk segera ditangani. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan gejala tipes makin parah atau bahkan komplikasi.

Anak bisa mengalami penurunan berat badan yang parah, diare berat, demam yang makin tinggi, bahkan berhalusinasi.

Biasanya, gejala tipes ini akan mulai membaik pada minggu ketiga sampai keempat sejak pertama kali muncul. Namun, saat Anda mengalami komplikasi tipes, gejalanya mungkin akan bertahan lebih lama.

Gejala tipes juga bisa kambuh setelah Anda merasa telah sembuh (disebut dengan gejala rekuren). Sekitar 10% pasien tipes bisa mengalami gejala rekuren selama satu sampai dua minggu. (***)

sumber : hellosehat.com

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan