Kenali Perbedaan Demam DBD dengan Sakit Tipes

  • Whatsapp
Ilustrasi Tipes ( Sumber Foto Flickr )

1Minutesnews.com , Artikel | Demam merupakan salah satu bentuk respon tubuh apabila terjadi infeksi, trauma berat, efek samping imunisasi, hingga masalah imunitas. Normalnya seseorang memiliki suhu 36,50 -37,20 Celcius dan dikatakan demam apabila suhu tubuh mencapai lebih dari 38 Celcius.

Kondisi ini juga salah satu gejala DBD atau tipes.

Bacaan Lainnya

Sebagai penyakit yang kerap muncul di musim hujan, keduanya menunjukkan gejala yang sama, yaitu demam tinggi.

Demam berdarah dengue disebabkan oleh infeksi virus dengue, sedangkan tipes di sebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Melihat adanya perbedaan penyebab, berbeda pula pola demam yang terjadi. Kenali perbedaannya agar Anda tidak salah langkah.

Demam pada penyakit DBD

Pada penyakit demam berdarah dengue, umumnya seseorang akan mengalami demam tinggi secara mendadak.

Ketika diukur, suhu tubuh penderita DBD akan mencapai 39-40 Celcius. Demam tinggi ini akan berlangsung 2-3 hari di awal, kemudian suhu tubuh menurun pada hari ke 4-5.

Pada fase penurunan suhu tubuh inilah yang disebut sebagai fase kritis, dimana penderita rentan mengalami syok. Setelah fase kritis terlewati, suhu tubuh kembali meningkat pada hari ke 6-7. Jika Anda cermati, pola demam yang terjadi pada demam berdarah dengue membentuk pola tapal kuda, dimana ada kenaikan suhu yang diikuti dengan penurunan dan kenaikan suhu kembali.

Selain melihat pola demam yang seperti tapal kuda, biasanya demam berdarah dengue disertai dengan keluhan badan lemas, nyeri otot dan tulang, muncul bintik-bintik atau ruam merah di seluruh tubuh, nyeri ulu hati yang disertai dengan mual dan muntah, hingga mimisan atau gusi berdarah.

 

Demam pada tipes

Lain halnya dengan penyakit tipes, pola demam penyakit tipes sangatlah khas. Demam bisa terjadi lebih dari 7 hari dan semakin tinggi setiap harinya. Pola demam pada penyakit tipes membentuk seperti anak tangga.
Beberapa ciri-ciri tipes yang paling umum adalah:

• Demam tinggi hingga mencapai 40°C.
• Sakit kepala.
• Mual dan muntah.
• Sakit perut.
• Diare atau sembelit.
• Lemah dan lesu.
• Merasakan nyeri dan sakit pada otot.
• Muncul ruam atau bintik merah di kulit.
• Nafsu makan menurun.

Apabila penyakit tipes tidak ditangani dengan baik, komplikasi yang mungkin terjadi adalah perforasi usus atau lubang pada dinding usus, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Tips menghindari DBD dan tipes

Musim penghujan yang banyak menyebabkan timbulnya genangan air kerap menjadi momen bagi nyamuk untuk berkembang biak, termasuk nyamuk Aedes aegypti. Namun nyamuk penyebab demam berdarah ini lebih suka bersarang dan bertelur pada air yang bersih.

Jadi, apabila Anda memiliki bak-bak penyimpanan air di rumah, sebisa mungkin bersihkan dan tutup rapat agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Sampah atau kotoran tersebut bisa saja terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhii yang tak sengaja dihinggapi oleh lalat yang kemudian menghinggapi makanan di rumah.

Jadi, pola demam pada penyakit demam berdarah dengue dan tipes sangatlah berbeda. Demam yang mendadak tinggi umumnya terjadi pada demam berdarah dengue, sedangkan demam yang meningkat setiap hari dan terjadi pada waktu yang lama merupakan pola demam dari penyakit tipes.

[irp posts=”705″ name=”Masih Mau Pakai Sedotan Plastik? Baca Bahayanya Bagi Kesehatan”]

 

[irp posts=”4657″ name=”Warna Kuku Kaki Ungkap Kesehatan Anda, Warna Kuning Waspadai”]

Apabila Anda atau salah satu anggota keluarga mengalami gejala demam, janganlah panik. Berikan dahulu obat penurun demam (parasetamol) dan perbanyak konsumsi air putih. Selain itu, Anda juga bisa mengompres tubuh dengan air hangat untuk membantu menurunkan suhunya.

Jika upaya tersebut tidak berhasil menurunkan gejala demam segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan secara rinci. Dengan demikian, dokter akan bisa menentukan apakah demam yang Anda alami adalah demam akibat sakit tipes atau DBD. Hal ini selanjutnya berguna bagi dokter untuk memberikan penanganan yang tepat. (***)

sumber : klikdokter.com

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan