Disebut Polisi “Sibuk” Tawarkan Perdamaian, Ini Tanggapan Ketua FSPTI-KSPSI Tapteng

  • Whatsapp
Ketua FSPTI-KSPSI Tapteng Abdul Rahmaan Sibuea bersama pengurus dan anggotanya

1Minutesnews.com, Tapteng | Ketua FSPTI-KSPSI Tapteng, Abdul Rahman Sibuea kecewa dengan pernyataan dari Ketua DPC SBSI 92 Kabupaten Tapteng Demakson Tampubolon di salah satu media on line, hari Selasa (26/3/2019).

Pernyataan ini menyebutkan pihak Polres Tapteng mendatangi ke dua korban dari pihak SBSI 92 di rumah sakit dan menawarkan perdamaian. Disebutkan juga korban masih dalam kondisi dirawat, polisi bukannya memproses laporan kok malah sibuk menawarkan perdamaian.

“Ada apa dengan polisi ini, korban masih dalam kondisi dirawat, bukannya memproses laporan kok malah sibuk menawarkan perdamaian,” ujar Demak ketus seperti dikutip dari laman suarapersada.com.

Terhadap pernyataan , Rahman Sibuea menilai hal ini sama dengan membangun opini publik bahwa polisi “berpihak” ke FSPTI-KSPSI Tapteng yang dipimpinnya.

“  Walaupun mereka (Ketua SBSI 92,red) tidak menyebutkan organisasi kami dan menyebutkan polisi, tetapi ini sama saja akan menimbulkan opini publik bahwa Polres Tapteng berpihak kepada kami dan tawaran damai ituterkesan kami yang menyuruh,” kata Rahman Sibuea di dampingi beberapa anggota FSPTI-KSPSI Tapteng hari Selasa (26/3/2019) seraya menunjukkan pemberitaan yang dimaksud.

Rahman menceritakan hal yang sama juga dilakukan oleh kepolisian saat dirinya dan pekerja FSPTI-KSPSI membuat laporan ke Polsek Pandan karena juga menjadi korban di pertikaian ini.

“ Sebelumnya, saat saya mengetahui adanya pertikaian yang melibatkan anggota saya. Tindakan saya langsung memanggil anggota saya. Nah karena saya melihat kondisi fisik mereka walaupun ada luka tetapi tidak mau ke rumah sakit untuk di obati. Makanya saya langsung mendatangi korban dari Pihak SBSI’92 di rumah sakit,” ungkap Rahman.

Bentrokan dua serikat pekerja

Masih kata Rahman, “ Saat itu dengan etikad baik, saya menyarankan agar masalah ini diselesaikan secara ke keluargaan. Tetapi di tolak, dengan alasan korban masih dalam perawatan. Alangkah terkejutnya saya , saat mendengar laporan bahwa anggota saya di laporkan ke Polres Tapteng. Hal ini lah yang membuat saya menyarankan kepada anggota saya yang menjadi korban juga untuk membuat laporan ke Polsek Pandan. Saat kami membuat laporan, pihak dari Polsek Pandan juga menyarankan untuk berdamai kepada kami . Jadi tidak benar bahwa polisi hanya menyarankan damai ke pihak mereka saja, ke pihak kami juga di lakukan hal yang sama,” tegas Rahman Sibuea.

Rahman juga membantah keras adanya pemberitaan yang menyebutkan anggota FSPTI-KSPSI datang mengganggu dan memulai perkelahian.

“ Yang terjadi adalah perselisihan dari cekcok mulut mengenai bongkar muat . Perlu saya jelaskan pihak FSPTI-KSPSI sudah tahunan melakukan aktivitas bongkar muat di gudang tersebut. Sementara mereka (SBSI,92) baru beberapa bulan ini. Mengenai PKB (Perjanjian Kerja Bersama )masih dalam perundingan tetapi tiba-tiba pihak pengusaha sudah menerbitkan PKB ke pihak SBSI. Nah inilah pemicunya, tetapi menurut pengakuan anggota saya, mereka saya datang meminta agar barang yang dibongkar di bagi dua. Tetapi tidak digubris,” papar Rahman.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan