Bupati Laporkan Mantan Bupati Tapteng Ke Polisi

Bupati Tapteng Baktiar Ahmad Sibarani memperlihatkan Tanda Bukti Laporan Polisi terkait pencemaran nama baik dengan terlapor Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung
banner 468x60

1Minutesnews.com,TAPTENG | Terdakwa kasus dugaan penipuan dan pencucian uang dan juga Mantan Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung resmi di laporkan ke Polres Tapteng hari Jum’at (29/3/2019) sore.

Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani di dampingi Mulyadi, SH melaporkan Sukran Tanjung terkait dengan pernyataanya di hadapan awak media hari Rabu 27 Maret 2019 lalu.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani memiliki hutang Milyaran rupiah dan menyebutkan Bakhtiar Sibarani dengan julukan “ Parutang Busuk”.

Tak terima nama baiknya dicemarkan dan merasa tidak ada lagi memiliki hutang, Bakhtiar membuat laporan pengaduan yang diterima Polres Tapteng dengan LP/72/III/2019/SU/RES-TAPTENG.

“Hari ini saya melaporkan Sukran Jamilan Tanjung atas tindakan penghinaan kepada saya. Atas tindakan yang diucapkannya itu fitnah yang terlalu berkelebihan bicaranya,” kata Bakhtiar Sibarani kepada wartawan hari Jumat (29/3/2019) usai membuat laporan pengaduan.

Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani tidak hanya di dampingi kuasa hukumnya, Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul dan beberapa anggota DPRD Tapteng juga turut serta.

Bakhtiar mengakui bahwa sebelumnya dia pernah meminjam uang kepada Sukran sebesar Rp 50 juta tetapi sudah di lunasi.

“ Saya punya hutang ke Sukran, (memang) ada, dan sudah dibayar. Saya hutang Rp.50 juta, tapi dia bilang Rp100 juta,” ujarnya.

Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung saat Sidang Perdana kasus dugaan penipuan dan pencucian uang di PN, Sibolga, hari Rabu 27 Maret 2019

Terkait selebaran yang dibagikan Sukran Tanjung kepada awak media yang diklaimnya sebagai bukti adanya hutang tersebut, Bakhtiar menjelaskan hal ini mengada-ada.

“Kan ada sms yang dibagikan Sukran, itu waktu dia plt bupati sekitar tahun 2015. Kalau saya belum bayar, gak mungkin ditagihnya tahun 2018. Hutang saya kan tahun 2015 waktu dia plt bupati, logikanya, tahun 2018 dia tagih Rp100 juta, sekarang kok jadi miliaran hutang saya, berarti bunganya Rp100 juta per hari,” ungkapnya.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan