Oknum Mahasiswi Nyambi Jadi Mucikari, Jual Pelajar Rp. 1 Juta Ke Pria Hidung Belang

Konprensi Pers Polres Tanjungpinang terkait prostitusi anak di bawah umur
banner 468x60

1Minutesnews.com, Riau | Polres Tanjungpinang berhasil membongkar kasus prostitusi libatkan M (19) seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang Prov. Riau.

Dari pengungkapan tersebut diketahui korban masih berusia dibawah umur dan berstatus pelajar.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Polres Tanjungpinang menggelar Konferensi Pers Tindak Pidana Persetubuhan anak dibawah umur dan membantu melakukan kejahatan yang terjadi di Hotel di wilayah Tanjungpinang Barat, Jumat (15/2/2019).

Hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Kasat Reskrim AKP. Efendri Ali. SIP.MH, Ps. Kasubbag Humas Iptu G. Suratman dan sejumlah awak media serta dua tersangka berinsial H (41) dan M (19).

“Kasus tindak pidana persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur ini dilaporkan langsung oleh orangtua dan korban berinisial AA pada hari Kamis (7/2/2019),” ungkapnya.

[irp posts=”6599″ name=”Poldasu Tetapkan MIS Adik Wagubsu Tersangka, Ini Kasusnya”]

Menurut pengakuan korban, beberapa hari sebelum terjadinya tindakan persetubuhan, korban lebih dulu dikenalkan oleh tersangka berinsial H (41) oleh tersangka berinisial M (19) disalah satu hotel.

Namun hari itu, tersangka H menolak akan memakai korban selanjutnya tersangka M mengajak korban pulang kerumah.

Selanjutnya, korban tiba-tiba mendapat pesan melalui whatsapp dari tersangka H bahwa melihat teman-teman dari korban sedang makan disebuah hotel.

Merasa penasaran, korban kemudian mendatangi hotel kemudian kembali mendapat pesan bahwa teman-teman korban makan disebuah kamar dihotel tersebut.

Setelah memasuki kamar yang dimaksud, korban mengaku tidak menemukan teman-temannya. Ia hanya melihat tersangka H sendiri dikamar tersebut kemudian tersangka H langsung mengunci pintu kamar dan menarik korban ke kasur bersebelahan dengan tersangka untuk melakukan persetubuhan terhadap korban.

“Usai menyetububi korban, tersangka H kemudian memberikan uang sebesar Rp. 1.000.000,- kepada korban untuk jajan kemudian menyuruh korban langsung pulang kerumah,” jelasnya.

Adapun pada saat penangkapan terhadap kedua tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa satu helai baju kaos warna hitam, satu helai celana kain warna putih, dua helai pakaian dalam, tiga unit handphone merk Oppo dan satu unit handphone merk Iphone.

Selain itu, M juga sempat menawarkan wanita lain sebanyak 3 orang melalui WhatsApp.

“Pengakuannya sudah ada 3 kali ditawari wanita lain. Kalau sama yang korban baru sekali,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, M berperan sebagai mucikari.

Ia menawarkan korban kepada H untuk melakukan persetubuhan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti Undang-Undang nomor. 01 tahun 2016 tentang perubahan Kedua Atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,-. (Rel Humas Polda Riau/TB/AST)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan