Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja : Saya “ Jitak “ Personil Yang Minta Uang

Kapolres Sibolga, AKBP Edwin Hatorangan Hariandja di dampingi Kasat Binmas AKP Pesta Simarmata dan Kasubbag Humas Iptu Ramadhan Sormin saat wawancara usai Acara FGD
banner 468x60

 Saya akan jitak bila ada personil yang nakal mempersulit proses damainya apalagi sampai meminta uang

1Minutesnews.com,Sibolga | Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Hariandja SIK.M.H menegaskan, Polres Sibolga mengutamakan mediasi dalam menyelesaikan permasalahan hukum di kasus tertentu yang melibatkan pelapor dan terlapor.

Mantan Kasubdit 1 Ditintelkam Polda Metro Jaya ini juga mengingatkan agar personil di jajarannya agar tidak mempersulit ke dua belah pihak apabila ingin berdamai.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Untuk itu dirinya mengaku memerintahkan agar personil polisi di jajaran Polres Sibolga tidak mempersulit dan tidak meminta imbalan baik kepada pelapor maupun terlapor.

 

Kalimat ini diungkapkan Kapolres Sibolga AKBP. Edwin Hatorangan Hariandja di hadapan awak media saat menggelar acara Focus Grup Discussion (FGD) di Aula Wira Pratama Polres Sibolga.

“ Tidak semua kasus yang dilaporkan oleh masyarakat itu harus kita proses secara hukum. Untuk kasus-kasus tertentu dan ke dua belah pihak sudah mau berdamai , proses hukumnya kita hentikan,” jelas Pria dengan tanda pangkat 2 melati emas di pundaknya, hari Rabu (27/2/2019).

Masih kata Edwin “ Saya akan jitak bila ada personil yang nakal mempersulit proses damainya apalagi sampai meminta uang,” lanjutnya.

Dari penelusuran redaksi 1Minutesnews.com di www.hukumonline.com menyebutkan tindak pidana yang masih dimungkinkan diselesaikan dengan cara damai atau kekeluargaan adalah tindak pidana yang termasuk delik aduan seperti pencemaran nama baik, penghinaan, perzinahan, pencurian/penggelapan dalam keluarga, dan delik aduan lainnya.

Delik aduan artinya delik yang hanya bisa diproses apabila ada pengaduan atau laporan dari orang yang menjadi korban tindak pidana.

Perlu diketahui bahwa orang yang mengajukan pengaduan, berhak menarik kembali dalam waktu tiga bulan setelah pengaduan diajukan.
Sementara delik biasa perkara tersebut dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan (korban). Jadi, walaupun korban telah mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang, penyidik tetap berkewajiban untuk memproses perkara tersebut. (hukumonline.com/AST)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan