Akbar Tanjung Minta Warga Sibolga Tidak Terprovokasi Terkait Perobekan Baliho, Untuk Kasus Sukran Tanjung Ini Sarannya

  • Whatsapp
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Ir. Akbar Tanjung disambut Ketua DPD Partai Golkar Sibolga, Jamil Zeb Tumori,SH. setiba di Hotel PIA Pandan

1Minutesnews.com, Tapteng | Kasus perobekan Baliho Partai Golkar di Kota Sibolga yang dilakukan oleh orang tak di kenal (OTK) beberapa waktu yang lalu menuai tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Ir. Akbar Tanjung.

Tanggapan ini diungkapkan Akbar Tanjung saat berkunjung ke Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng.

“ Partai Golkar dan Caleg (Calon Legislatif,red) sah secara hukum sebagai peserta Pemilu 2019. Tindakan merobek Baliho ataupun APK (Alat Peraga Kampanye) sama saja dengan melanggar hukum,” tegas Akbar Tanjung saat tiba di Hotel PIA Pandan usai bertemu kader Partai Golkar di Kota Sibolga, hari Rabu (20/2/2019).

Baliho Partai Golkar berlogo KPU dan tercantum Foto Ir. Akbar Tanjung di robek OTK

Politisi Partai Golkar dan juga Tokoh Nasional ini juga meminta kepada instansi terkait agar tegas dalam menyikapi hal ini.

“ Kalaupun ada APK yang melanggar ketentuan, yang punya wewenang untuk menertibkan itu adalah Bawaslu. Saya harap agar pengrusakan ini tidak terjadi lagi dan instansi terkait dapat menindaklanjuti laporan yang telah dilaporkan DPD Partai Golkar Kota Sibolga,” lanjut Akbar Tanjung.

Akbar Tanjung juga mengatakan masyarakat Tapteng dan Kota Sibolga selama ini dikenal kental dalam hubungan persaudaraan dan kekerabatan. Dirinya menilai, tindakan dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab ini untuk memancing warga saling mencurigai baik ditengah masyarakat pendukung maupun sesama pengurus partai.

“ Hal yang wajar berbeda pilihan, tetapi saya yakin masyarakat Sibolga dan Tapteng tidak mudah diprovokasi. Marilah kita sama-sama menjaga kekondusifan jelang Pemilu 2019, kepada Bawaslu saya harapkan bisa menemukan pelakunya,” pinta Akbar Tanjung.

Untuk diketahui, Pengurus DPD II Partai Golkar Kota Sibolga, Rabu (16/12019) bulan lalu mendatangi kantor Bawaslu Kota Sibolga.

Kedatangan pengurus Golkar yang dipimpin langsung oleh Jamil Zeb Tumori selaku ketua Golkar Kota Sibolga itu untuk melaporkan tindakan pengrusakan belasan atribut dan Alat Peraga Kampanye (APK) Partai Golkar yang dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).

“Beberapa APK yang kami pasang di tempat strategis ternyata tidak ada jaminan keamannya, selain hilang ada juga yang dirobek, ada pula yang hanya tinggal tiangnya saja, dan bahkan yang paling menyedihkan baliho Akbar Tanjung salah seorang tokoh nasional juga ikut dirusak,” ungkap Jamil Zeb Tumori.

Sejumlah pengurus Partai Golkar Kota Sibolga mendatangi kantor bawaslu daerah setempat untuk melaporkan tindakan pengrusakan belasan APK dan Atribut partai Golkar yang dilakukan oleh OTK.

Menyikapi hal tersebut, ketua Bawaslu Sibolga Zulkifli Sigalingging mengaku sangat menyayangkan tindakan pengrusakan APK itu terjadi.

“Sesuai dengan bukti-bukti yang telah disampaikan, laporan ini akan kita dalami bersama Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu),” katanya.

Terkait kasus yang membelit mantan Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung diketahui merupakan kader dan pengurus DPD Partai Golkar Sumut, mantan Menteri Perumahan Rakyat (Mempera) di era Presiden Soeharto ini, mempercayai dan menghormati hukum.

“Partai Golkar taat hukum walaupun itu menyangkut kader-kadernya termasuk mantan Bupati Tapteng H.Sukran Jamilan Tanjung. Kami percaya hukum bisa ditegakkan dan dijalankan sesuai perundang-undangan,” jawab Akbar Tanjung.

Masih kata Akbar Tanjung “ tetapi bila yang bersangkutan merasa ada ketidak adilan silahkan menempuh upaya hukum lainnya seperti Kasasi atau PK. Partai Golkar akan mengawal proses hukumnya agar berjalan sesuai azas keadilan ” imbuhnya.

Ir. Akbar Tanjung menceritakan bahwa dirinya juga pernah tersangkut masalah hukum. Tetapi karena yakin bahwa dirinya tidak salah di tingkat Kasasi dirinya dinyatakan tidak bersalah.

“ Saya juga pernah menghadapi kasus hukum. Saya lakukan upaya hukum hingga tingkat kasasi. Karena dari awal, saya berkeyakinan saya tidak bersalah. Alhamdulilah ditingkat kasasi saya dinyatakan tidak bersalah. Nah bila, Sukran menilai kasusnya ada ketidakadilan silahkan tempuh upaya hukum seperti yang saya lakukan, “ cerita Akbar Tanjung menutup wawancara karena hendak beristirahat. (AST)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan