Sidang Segera di Gelar, KPK Titip Oknum Penyuap Bupati Non Aktif Pakpak Bharat ke Lapas Tanjung Gusta

  • Bagikan

1MinutesNews.com, Jakarta | Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas tersangka Rizal Effendi Padang, penyuap Bupati Non Aktif  Pakpak Bharat Yemigo Rolanda Berutu.

Penyidik KPK telah menyerahkan Rijal dan berkas penyidikan ke pihak penuntut umum.

“Penyidikan untuk tersangka REP (Rijal Efendi Padang, Swasta) telah selesai, hari ini tersangka dan bukti dalam perkara TPK Suap Bupati Pakpak Bharat terkait Proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat tahun anggaran 2018 diserahkan penyidik ke penuntut umum,” kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

[irp posts=”4458″ name=”Hina Kapolri di Medsos, Warga Padangsidempuan Ini di Tangkap Polisi”]

Sidang akan digelar di Medan, Sumatera Utara. Selama persidangan, Rijal akan dititpkan ke Lapas Tanjung Gusta.

“Sidang rencananya akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Medan,” ujarnya.

Selama penyidikan, Rijal 2 kali diperiksa sebagai tersangka. Sebanyak 33 orang lainnya juga dimintai keterangan sebagai saksi mulai dari pihak swasta hingga pejabat dinas di Pemkab Pakpak Bharat.

[irp posts=”3185″ name=”Polda Sumut Ungkap Pembunuh Satu Keluarga, 2 Tersangka Serang Petugas ” Dilumpuhkan””]

Sebelumnya, KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap ke Bupati Pakpak Bharat nonaktif Remigo Yolando Berutu. Tersangka baru tersebut ialah Direktur PT TMU, Rijal Efendi Padang, yang diduga sebagai penyuap Remigo.

“KPK dengan ini menetapkan REP (Rijal Efendi Padang), swasta, sebagai tersangka,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018) tahun lalu.

Rijal disebut KPK sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek pengaspalan jalan Simpang Kerajaan-Binanga Sitelu dengan nilai kontrak Rp 4,5 miliar. Sebagai pelaksana proyek, Rijal diminta oleh Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali memberikan uang sebagai commitment fee sebesar 15 persen.

Yuyuk mengatakan praktik pemberian suap itu sudah jadi kebiasaan. Rijal pun kemudian memberikan Rp 200 juta kepada David lewat rekening pihak swasta bernama Hendriko Sembering sebagai bentuk pemenuhan commitment fee.

Dari total Rp 200 juta itu kemudian oleh David diserahkan Rp 150 juta kepada Remigo.

Uang Rp 150 juta itu kemudian disita KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Remigo beberapa waktu lalu.

Atas perbuatannya, Rijal disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor. Yuyuk mengatakan Rijal sudah ditahan sejak 30 November lalu di Rutan Kelas I Cipinang.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Remigo Yolanda Berutu sebagai tersangka. Namun berkas Bupati Pakpak Bharat itu masih berada di tangan penyidik KPK. (Dian/AST)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan