Poldasu Tetapkan MIS Adik Wagubsu Tersangka, Ini Kasusnya

Rumah MIS alias Dodi adik Wagubsu digeledah oleh Penyidik Polda Sumut
Penggeledahan rumah MIS alias Dodi adik Wagubsu oleh Penyidik Polda Sumut
banner 468x60

1Minutesnews.com, Medan | Adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, MIS alias Dodi ternyata diduga telah mengubah sekitar 100 hektare lahan hutan lindung di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menjadi kebun sawit.

Atas dugaan perbuatannya itu Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) telah menetapkannya sebagai tersangka kasus pengalihan hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan inisial MIS alias Dodi selaku Direktur PT Anugerah Langkat Makmur telah ditetapkan penyidik sebagai tersangka dalam kasus pengalihan hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit.

[irp posts=”6562″ name=”“Selamat Jalan Anak Tante Yang Baik ” Linimasa FB Raymon Banjir Ucapan Belasungkawa Pasca Laka Lantas Maut di Sibolga”]

[irp posts=”4829″ name=”Bawa Ganja 130 Kg Pakai Mobil Patroli, 2 Oknum Polisi di Tangkap”]

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, kenaikan status saksi Dody Shah menjadi tersangka, setelah ia menjalani serangkaian proses pemeriksaan sejak diamankan pada Selasa (29/1/2019) kemarin.
“Statusnya (Dody Shah;red) sudah naik dari saksi menjadi tersangka,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).

“Atas perbuatannya itu. Tersangka terancam hukuman 8 tahun penjara. Karena telah mengalihfungsikan lahan dengan luas lebih dari 100 hektar di Kabupaten Langkat. Lebih lengkapnya nanti kita lakukan penyidikan lagi,” jelas Tatan.

Rumah adik Wakil Gubsu di Kompleks Cemara Asri Medan
Rumah adik Wakil Gubsu di Kompleks Cemara Asri Medan

Namun meski telah ditetapkan sebagai tersangka, MIS alias D akan dikenakan wajib lapor (walap). “Mulai hari ini nanti, yang bersangkutan (MIS alias D) dikenakan wajib lapor. Dan ini masih dilakukan pemeriksaan,” terangnya.
Sebelum penentapan tersangka ini, Polisi sudah melakukan dua kali panggilan terhadap Dodi. Namun Dodi tidak pernah menggubrisnya. Sehingga polisi menjemputnya pada Selasa 29 Januari 2019 kemarin.

Klik halaman 2 untuk melanjutkan

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan