Mengaku Sepeda Motor di Rampok, Bapak dan Anaknya Masuk Sel, Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Keterangan : Konfrensi Pers terkait penipuan di Asahan (istw)

1MINUTESNEWS.COM,Asahan | Untuk menghindari pembayaran cicilan kredit sepeda motornya seorang pria berinisial SP (53 tahun) bersama putranya JS (19 tahun) nekat memberikan laporan palsu ke Mapolres Asahan.

Kepada Polisi Bapak Anak ini mengaku sepeda motor merk honda Vario miliknya di rampok di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Kecamatan Meranti, Asahan hari Senin (31/12/2018) lalu.

Polisi saat menerima laporan tersebut menemukan banyak kejanggalan di keterangan ke duanya. Setelah di desak, akhirnya Bapak dan Anak ini mengaku bahwa sepeda motor mereka bukan di rampok, tetapi di gadaikan.

Alhasil, ke duanya langsung ditahan karena memberikan laporan palsu.

“Bapak dan anak ini memberikan laporan palsu ke Mapolres Asahan pada Rabu 2 Januari 2019 kemarin untuk menghindari cicilan sepeda motor Honda Vario yang mereka kredit, “kata Kapolres Asahan AKBP Faisal Florentinus Napitupulu di dampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja saat menggelar konfrensi pers dengan sejumlah awak media, Jumat (4/1/2019)

Selanjutnya, mantan Kasubdit III Jantanras Ditreskrimum Polda Sumut itu mengatakan, perbuatan nekat keduanya memberikan laporan palsu atas inisiatif SP yang merupakan ayah kandung dari JS .

“Atas perbuatannya mereka berdua dijerat dengan pasal 242 ayat 1 KUHP dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara, “tegasnya .

Ayah dan anak tersebut merupakan warga Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Asahan. Mereka mengaku nekat memberikan keterangan palsu lantaran himpitan ekonomi, sepeda motor Honda Vario milik mereka itu digadaikan di Kota Medan seharga Rp 1,6 juta dan uangnya digunakan untuk membeli kebutuhan dan pakaian seragam satpam. (ast)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan