Mantan Bupati Tapteng Dituntut 3 Tahun,Mengaku Kecewa Surat Laporan Keberatan Hilang

  • Whatsapp
Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung
Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung

1MINUTESNEWS.COM, Medan | Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung dan kerabatnya, Amirsyah Tanjung dituntut tiga tahun penjara. Keduanya didakkwa bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

Tuntutan terhadap Sukran dan Amirsyah dibacakan oleh JPU Rosinta dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VI PN Medan , Selasa (22/1/2019).

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, agar menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 378 Jo Pasal 55(1) ke 1 dan meminta agar terdakwa dihukum dengan tiga tahun penjara,”sebut JPU Rosinta di hadapan majelis hakim yang diketuai Saryana dan kedua terdakwa.

Terhadap tuntutan ini, baik Sukran dan kerabatnya Amirsyah menyatakan akan mengajukan pembelaan (Pledoi) dalam persidangan selanjutnya.

Dalam relese press yang diterima redaksi 1MinutesNews.com hari Rabu (23/1/2019) pukul 11.00 WIB, Mantan Bupati Tapteng ini mengungkapkan kekecewaan terhadap kasus yang membelit dirinya.

Kekecewaan Sukran tertuju kepada Pihak Penyidik Polda Sumut.

Ini Relese Press yang diterima redaksi 1MinutesNews.com dari Sukran Jamilan Tanjung.

Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung SE MM mengaku kecewa dengan keteledoran jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) atas hilangnya surat laporan dan keberatan yang diserahkannya pertama kali ke Bagian Humas Poldasu pada Senin (14/1/2019) lalu.

Surat tersebut berisikan keberatan atas pelapor Sartono Manalu yang melaporkannya atas dugaan pidana penipuan atau penggelapan uang sebesar Rp 350 juta yang bukan sepenuhnya milik pelapor.

“Saya merasa kecewa karena saya sebagai target operasi  (TO) oleh oknum-oknum yang tidak senang terhadap diri saya, sementara kepentingan dan hak-hak saya sebagai warga negara Indonesia tidak saya dapatkan di Poldasu.

Kenyataannya yang punya uang tersebut bukan Sartono Manalu semata, dan jauh sebelumnya saya sudah mencicil ke sejumlah pemilik uang tersebut,” ujar Sukran Tanjung kepada wartawan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/1/2019).

Dia menyebutkan, uang tersebut sepenuhnya memang  dipergunakan untuk pilkada dan akhirnya dirinya tidak maju. Namun, dia juga menegaskan bahwa sudah memiliki itikad baik untuk mencicil uang tersebut kepada beberapa orang pemilik uang, tapi karena dirinya saat ini dirinya dikriminalisasi, bagaimana mungkin melakukan cicilan selanjutnya. Bahkan alat komunikasi berupa handphone miliknyapun disita oleh Polda, bagaimana dia akan berkomunikasi dengan baik.

“Untuk itu saya mohon keadilan dari Kapoldasu dan jajarannya, karena seingat saya, ketika  masih aktif bertugas sebagai pejabat pemerintah di Tapanuli Tengah, saya telah melakukan kerjasama yang baik dengan Kepolisian Repoblik Indonesia dalam hal ini Kepolisian Resor (Polres) Tapteng  dengan membantu memindahkan Kantor Polres Tapteng yang ada di Sibolga ke Tapteng. Dan juga aset-aset Pollres Kabupaten Tapteng yang ada di Sibolga saya serahkan ke Polres Kota Sibolga.

Baca halaman 2 (dua) untuk melanjutkan…

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan