Jalur Siantar-Parapat Sudah Dapat Dilewati Pasca Longsor Menimpa Jembatan Sidua-Dua

  • Whatsapp

1MINUTESNEWS.COM,Parapat | Pascalongsor, ruas Jalan Nasional Pematangsiantar-Parapat melintasi Jembatan Siduadua di Desa Sibaganding,Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sudah mulai normal, hari Sabtu (5/1/2019)

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun, Ramadani Purba mengatakan arus lalu lintas Pematangsiantar-Parapat dan sebaliknya sudah dapat dilintasi dengan pengaturan dua arah.

“Sudah dapat dilintasi jalur Pematangsiantar-Parapat dan sebaliknya sejak pukul 10.00 WIB namun masih dengan pengaturan buka tutup, karena masih satu jembatan yang sudah selesai dikerjakan, satu lagi dalam pengerjaan sampai saat ini,” kata Ramadani, Sabtu (5/1/2019).

Keterangan : Antrian Kenderaan akibat longsoran di Jembatan Sidua-Dua Parapat (Foto Istimewa)

Sementara itu, Kapolsek Parapat AKP Bambang P menambahkan, pihaknya tetap mengharapkan pengendara yang melintas di jembatan Siduadua, waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan.

“Pengendara tetap diminta waspada melintas di jembatan Siduadua karena tidak dapat dipastikan longsor tidak terjadi lagi,” kata Bambang.

Sejak terjadi longsor susulan hari Kamis (3/1/2019) lalu, akses ke dua jembatan Siduadua tidak bisa di lalui.

Kapolsek Parapat, AKP Bambang Priyatno SIK mengatakan, longsor menimbun jembatan Sidua-dua diawali pada 27 Desember 2018 sekira pukul 9.00 Wib.

Longsor tersebut membawa material kayu, batu krikil dan lumpur yang menyebabkan satu unit truk exspedisi dan mobil pribadi ikut tertimbun.

“Setelah longsor pertama dievakuasi, kemudian menyusul longsor kedua pada 30 Desember 2018 sekira pukul 16.00 Wib yang menutup akses kedua jembatan. Setelah itu menyusul lagi longsor ketiga, pada malam haris sekira pukul 22.00 WIB.

Lanjut lagi longsor tanggal 31 Desember, sekira pukul 4.00 Wib. Memasuki tahun 2019 terjadi satu kali longsor pada Kamis (3/12/2018) sekira jam 12.00 Wib. Longsor itu merupakan yang terbesar dan menutup akses terhadap kedua jembatan, ,” beber AKP Bambang di lokasi longsor, Jumat (4/1/2019).

Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Tobasa menuju Kota Siantar menjadi satu arah dari Parapat. Sedangkan dari arah Siantar menuju Tobasa diarahkan agar melalui jalan alternatif Huta Sitahoan.

Diperkirakan panjang antrean kendaraan kurang lebih 50 kilometer. Dan solusi untuk mengatasi antrean terserbut panjang pihak Kepolisian melakukan buka tutup jalan di lokasi longsor. (Dm/M24/ast)

 

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan