Hari Pertama Tahun 2019, Nyawa Pelajar SMA Ini Melayang di Tangan Pemuda Bertato

Pria bertato habisi nyawa pelajar SMA di Simalungun
Keterangan : Pelaku Pembunuhan Pelajar SMA di Awal Tahun Baru
banner 468x60

T.Jawa,1MinutesNews.com | Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) inisial A (17) menjadi korban kebrutalan KHB (27).

Nyawa pelajar malang ini melayang usai ditusuk dengan pisau di Huta Buntu Sialtong Nagori Saribu Asih Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun, hari Selasa (1/1/2019) sekira pukul 00.00 WIB.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Pelaku  yang masih satu kecamatan dengan korban, usai melakukan penikaman  meninggalkan korban.

Petugas kepolisian yang menerima laporan terjadinya tindak pidana pembunuhan ini, hanya butuh waktu setengah jam menangkap pelakunya.

KHB pemuda bertato berhasil ditangkap di rumahnya hari Rabu (2/1/2018) dinihari.

Petugas Polsekta Tanah Jawa juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau belati bergagang kayu dengan panjang sekitar 28 Cm, 1 potong celana warna hijau berlumuran darah, 1 potong baju warna kuning berlumuran darah, 1 potong jaket warna hijau nomor 86 berlumuran darah, 1 pasang sepatu warna hitam merk kickers, 1 (unit) sepeda motor merk honda bead warna hitam nomor polisi BK 2530 TBG, 1 potong jaket switer merk AW faded milik tersangka yang sudah dicuci dan 1 potong celana jeans merk Glass warna biru yang sdh dicuci (milik tersangka).

Kapolsekta Tanah Jawa Kompol H. Panggabean, SH melalui Kanit Reskrim Iptu J. Sitinjak, SH.,MH menjelaskan bahwa pelaku sakit hati terhadap kata-kata korban yang tidak menghargai pelaku.

“ Sebelumnya pada hari Selasa 01 Januari 2019 sekira pukul 00.00 wib, pelaku yang saat itu ingin menyaksikan acara muda-mudi, terlibat perselisihan/cekcok mulut dengan korban diseputaran parkirkan sepeda motornya di Huta Buntu Sialtong Nagori Saribu Asih Kec. Hatonduhan,” ungkap Iptu J.Sitinjak.

Karena pelaku merasa sakit hati dan merasa tidak dihargai sehingga pelaku berniat membunuh korban dan pelaku pulang kerumahnya yang berjarak kurang lebih dua kilometer, untuk mengambil pisau, dan kemudian kembali ke tempat semula untuk mencari korban.

Setelah pelaku melihat korban, pelaku langsung mengambil pisau yang sebelumnya diselipkan dipinggang pelaku dan langsung menikam korban pada bagian tubuh korban sambil mengatakan dari pada aku yang kau matikan, lebih baik kau yang ku matikan.Usai melakukan penikaman, pelaku langsung meninggalkan korban dan pulang menuju ke kampungnya,” pungkas J.Sitinjak

Terhadap pelaku akan dikenakan Pasal 340 KUHPidana Subsidair Pasal 338 dari KUHpidana jucnto Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Rel Humas Polda Sumut)

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan