Tipikor Polda Sumut Geledah 7 Jam Ruang DPRD Tapteng, “ Benda” Ini Turut Di bawa

  • Whatsapp
Keterangan : Tim Penyidik Polda Sumut terlihat membawa printer usai melakukan penggeledahan di ruangan bendahara DPRD Tapteng
Keterangan : Tim Penyidik Polda Sumut terlihat membawa printer usai melakukan penggeledahan di ruangan bendahara DPRD Tapteng

Tapteng, 1MinutesNews.com | Pasca ditahannya tiga oknum anggota DPRD Tapteng, JS,JN,HN oleh Penyidik Tipikor Polda Sumut hari Jumat (30/11/2018), Tim Tipikor mendatangi dan menggeledah sejumlah ruangan di Gedung DPRD Tapteng yang beralamat di Jalan Raja Junjungan Lubis Pandan, Kabupaten Tapteng Sumut, hari Selasa (4/12/2018).

Tim Penyidik Tipikor diketahui tiba di Gedung DPRD Tapteng sekitar pukul 13.00 WIB. Terhitung 7 (tujuh) jam lebih Tim Tipikor yang menggunakan rompi bertuliskan “ Tim Tipikor Polda Sumut” ini mencari sejumlah dokumen terkait kasus ini.

Sejumlah ruangan turut di geladah Tim Penyidik Polda Sumut yang berjumlah 10 orang dengan pengawalan Personil Polres Tapteng.

Pantauan 1MinutesNews.com pukul 19.30 WIB , sebahagian Tim Penyidik Polda Sumut yang diketahui berada di ruangan Bendahara DPRD Tapteng meninggalkan ruangan .

Empat penyidik Polda Sumut meninggalkan ruangan bendahara dengan membawa setidaknya 1 (satu) box container plastik dan memasuki satu unit mobil Avanza warna putih nopol BB 1402 HB.

Tak hanya menenteng box container plastik di duga berisikan dokumen terkait kasus ini. Satu benda yang menarik perhatian redaksi 1MinutesNews.com turut dibawa ke mobil tersebut.

Benda tersebut adalah printer ,dari bentuknya merek Epson di duga Type L.360 di bawa petugas berkaos biru jelana jeans dan dimasukkan ke dalam mobil bersama container plastik berisi dokumen.

Tidak diketahui apakah printer ini milik penyidik atau inventaris DPRD Tapteng.

Dari pantauan redaksi 1MinutesNews.com, ke empat pria penyidik Polda Sumut ini terakhir berada di ruangan Bendahara DPRD Tapteng.

Saat dikonfirmasi kepada salah seorang personil Penyidik Polda Sumut terhadap benda dan dokumen yang di bawa , salah seorang penyidik Polda Sumut berbaju kotak-kota sepatu sket tidak bersedia memberikan jawaban.

“ Maaf Pak, dengan Pak Kasubdit aja ya, belia sedang berada di lapangan,” ungkap Pria tersebut sambil memasuki mobil avanza putih tersebut.

Saat hal ini diminta tanggapan dari Joko P. Situmeang selaku pengacara ke tiga tersangka terkait printer apakah milik Penyidik atau milik Kantor DPRD Tapteng, Pengacara muda ini menduga printer ini adalah milik ruangan bendahara Tapteng.

Dirinya menduga printer tersebut merupakan alat bukit kejahatan terkait kasus yang membeli kliennya.

“ Printer itu Pak saya duga asset dari ruangan Bendahara DPRD Tapteng. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa kliennya saya mengakui saat mengklaim selisih bil hotel mereka, semuanya sudah diatur salah satu oknum anggota DPRD Tapteng dan oknum pegawai bendahara yang kami sebut Agen Bil,” kata Jok, hari Rabu (5/11/2018).

Joko menjelaskan dugaannya terhadap printer sesuai dengan pengakuan dari kliennya di hadapan penyidik bahwa ada bil hotel yang nama hotelnya sudah diganti tetapi di bil tetap tertulis nama hotel yang lama.

“ Penggadaan bil hotel saya duga terjadi, bukti bil yang disita penyidik sudah mengarah ke sini. Salah satunya bukti bil Hotel Radisson Medan yang beralamat di Jalan H.Adam Malik Medan.  Tahun 2015 Hotel ini namanya Hotel Asean. Tetapi lucunya, bukti  bil hotel Tahun 2017 masih tertera Hotel Asean. Ini dugaan saya adanya penggadaan bil hotel dengan cara menscan ulang bil hotel,” ungkap Joko.

Terkait dokumen dan benda apa saja yang berhasil di peroleh penyidik Polda Sumut di Gedung DPRD Tapteng, Kasubdit Tipikor Polda Sumut AKBP Roman Smaradhana SIK saat dihubungi tidak membalas pesan whatshap hingga berita ini diterbitkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Diskrimsus Polda Sumut, tiga dari lima oknum anggota DPRD Tapteng  periode 2015-2020 resmi ditahan Polda Sumut hari Jumat (30/11/2018) lalu  terkait dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng TA. 2016 dan 2017.

Ketiga oknum  anggota DPRD Tapteng yang sebelumnya sudah ditetapkan menjadi tersangka tersebut berinisial JS, HN dan JN. (ast).

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *