Kasus Anggaran Perjalanan Dinas, Penyidik Polda Sumut Tahan Tiga Oknum Anggota DPRD Tapteng

  • Whatsapp

Medan,1MinutesNews.com |Usai diperiksa Penyidik Diskrimsus Polda Sumut, tiga dari lima oknum anggota DPRD Tapteng  periode 2015-2020 resmi ditahan Polda Sumut hari Jumat (30/11/2018) lalu  terkait dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng TA. 2016 dan 2017.

Ketiga oknum  anggota DPRD Tapteng yang sebelumnya sudah ditetapkan menjadi tersangka tersebut berinisial JS, HN dan JN.

Kasubdit Tipikor Polda Sumut AKBP Roman Smaradhana SIK saat dihubungi melalui telephone seluler, membenarkan penahanan JS,HN dan JN.

” Benar Pak ,” jawab Roman hari Senin (3/12/2018).

Hal yang sama juga ditegaskan Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut AKBP MP.Nainggolan.

” Benar, tiga anggota DPRD tersebut (JS,HN,JN,red) sudah kita tahan,” kata MP. Nainggolan.

Terhadap dua orang oknum anggota DPRD lainnya inisial AR dan SG , MP. Nainggolan menyatakan akan menyusul di tahan.

” Mungkin menyusul ke duanya,” lanjut MP. Nainggolan.

Sementara itu Joko Pranada Situmeang,SH,M.H salah seorang Tim Pengacara ke lima oknum anggota DPRD Tapteng tersebut saat dikonfirmasi redaksi 1MinutesNews.com juga membenarkan penahanan ke tiga oknum anggota DPRD Tapteng ini.

“ Ya benar Pak, hari Jumat (30/11/2018), tiga orang anggota DPRD Tapteng yang juga merupakan klien kami di hadapkan ke Penyidik Polda Sumut. Usai diperiksa, sekitar pukul 22.00 WIB, JS,HN dan JN (inisial,red) dilakukan penahanan,” ungkap Joko melalui sambungan telephone seluler hari Senin (3/12/2018) sekira pukul 08.30 WIB.

Saat dipertanyakan terhadap ke dua anggota DPRD Tapteng lainnya yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni AR dan SG, Joko mengaku sedang diupayakan untuk dihadirkan.

“ Pak AR dan SG sedang diupayakan untuk dihadirkan, agar kasus ini terang benderang,” lanjut Joko.

Joko berharap Pihak Penyidik Polda Sumut berlaku adil terhadap ke lima kliennya dalam kasus yang membelit mereka. Menurut pengakuan ke lima orang kliennya, bukan mereka saja yang melakukan perjalanan dinas, tetapi semua anggota DPRD Tapteng.

Masih kata Joko, JS,HN dan JN di tahan untuk masa penahanan selama 20 (duapuluh) hari ke depan.

Sebelumnya diberitakan, dalam Press Relese berkepala surat Poldasu dan berasal dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) menyebutkan bahwa 5 (lima) orang oknum anggota DPRD Tapteng yakni AR, SG,HN,JN dan JS ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng TA. 2016 dan TA 2017.

“ Modus Operandinya adalah, Tersangka sebagai anggota DPRD Tapteng menggunakan bukti pembayaran hotel/bill yang diduga fiktif/markup sebagai pertanggungjawaban atas perjalanan dinas luar daerah TA 206 dan 2017 dalam kegiatan konsultasi,kunjungan kerja dan bimbingan tekhnis,” tulis Press Relase Poldasu.

Disebutkan juga dalam proses penyidikan telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 49 orang yang terdiri dari 5 (lima) orang PNS sekretariat DPRD Tapteng dan 44 (empat puluh empat) orang dari managemen hotel (Medan,Tarutung,Jakarta,Bandung dan Manado) yang billingnya digunakan.

Kerugianan negara hasil penyidikan pihak Dirkrimsus Polda Sumut menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp. 655.924.350.

Sementara pasal yang dipersangkakan terhadap kelima oknum anggota DPRD Tapteng ini adalah Pasal 2 ayat (1) sub pasal 3 Undang-undang RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah  dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan