1MINUTESNEWS – KABAR SUMUT Sumatera Utara Kajari Sibolga Sebut Temuan BPK Kasus Dugaan Korupsi Anggaran di Dinas Kelautan Tapteng Tidak Ada, Kasus Dana Pramuka “LANJUT”

Kajari Sibolga Sebut Temuan BPK Kasus Dugaan Korupsi Anggaran di Dinas Kelautan Tapteng Tidak Ada, Kasus Dana Pramuka “LANJUT”

Sibolga,1MinutesNews.com| Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga Timbul Pasaribu,SH mengaku di Kasus Dugaan Korupsi Dinas  Kelautan Tapteng yang diadukan Pimpinan DPRD Tapteng tidak ada temuan korupsi sesuai audit  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (18/12/2018).

Pengakuan yang cukup mengejutkan awak media ini diungkapkan Timbul Pasaribu usai aksi demo Aliansi Mahasiswa,Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (HUKUM) Sibolga-Tapteng (AMPUH) yang menuntut dirinya mundur dari jabatannya.

“ Saya sudah bilang, tidak semua laporan itu benar. Untuk beberapa item kita sudah minta BPK untuk melakukan audit. Hasilnya belum ada temuan kerugian negara,” jawab Timbul.

Sementara untuk Kasus Dana Pramuka yang di duga melibatkan Mantan Bupati Tapteng, SJT. Timbul Pasaribu mengakui kasus yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Sibolga.

“ Benar, kita sudah memanggil saksi-saksi terkait kasus dana pramuka,” jawab Timbul.

Timbul mengakui “ krimit” (bingung,red) karena pelapor menarik laporannya. Tetapi Timbul Pasaribu menegaskan, walaupun pelapor menarik laporannya kasus ini akan tetap diproses.

“ Agak krimit kasus ini, pelapor menarik laporannya. Tapi tidak menjadi itu dasar kami, dukung kami. Kasus ini tetap maju, sudah intensif kita memeriksa saksi-saksinya,” lanjut Timbul yang enggan menjawab pertanyaan keterkaitan mantan Bupati Tapteng salah satu yang menjadi bidikan di kasus ini.

Untuk diketahui, Kasus Dana  Pramuka tahun 2011-2016 mencuat saat dilaporkan di Kejagung dengan nomor Surat Pengaduan 015/0203-A tertanggal 27 Nopember 2017 dan ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus RI.

Dalam laporan tersebut disebutkan dugaan keterlibatan mantan Bupati Tapteng inisial SJT dan salah seorang pejabat di Tapteng inisial AL.

Disebutkan dalam laporan tersebut, Keduanya saat itu menjabat sebagai Ketua dan Sekretaris Gerakan Pramuka Kwarcab Tapteng dan telah menerima Dana Hibah dari Pemkab Tapteng melalui rekening di Bank Sumut sebesar Rp. 850 juta.

Tetapi sesuai dengan hasil evaluasi oleh Pengurus yang baru dibawah kepemimpinan Wales Tambunan dana tersebut di duga diperuntukan untuk kepentingan pribadi dan tidak pernah dipertanggungjawabkan.

Sementara terkait Dana Hibah, mantan Bupati Tapteng, H.Syukran Tanjung bersama dengan sekretarisnya  di periode 2011-2016 telah menerima Dana Hibah dari Pemkab Tapteng melalui rekening di Bank Sumut sebesar Rp. 850 juta, tetapi sesuai dengan hasil evaluasi oleh Pengurus yang baru dibawah kepemimpinan Wales Tambunan dana tersebut di duga diperuntukan untuk kepentingan pribadi dan tidak pernah dipertanggungjawabkan. (ast)

 

Simak Vidio pernyataan Kajari Sibolga ini di chanel kami dengan judul “ Pelapor Tarik Laporannya, Kasus Dana Pramuka di Tapteng Tetap Lanjut,” .

0 Likes

Author: Administrator

Pimpinan Umum 1MINUTESNEWS.COM (1MNC)

Tinggalkan Balasan