Gejala Tifus dan DBD Hampir Sama, Kenali 5 Perbedaannya

  • Bagikan

1MinutesNews.com | Mengenali gejala penyakit yang datang menghampiri anggota keluarga kita, tentunya akan memudahkan dalam penanganan darurat sebelum ke dokter. Penyakit Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) termasuk penyakit berbahaya dan menimbulkan gejala awal yang hampir mirip.

Redaksi 1MinutesNews.com telah merangkum dari berbagai sumber, 5 (lima) perbedaan gejala Penyaki Tifus dan DBD.

Langsung aja ke TKP.

# Penderita Mengalami Demam.

–  Demam di penyakit Tifus awalnya tidak begitu tinggi,tetapi akan meningkat secara bertahap hingga mencapai lebih dari 38 derajat Celcius. Demam akan naik dratis saat sore dan malam hari. Biasanya disertai dengan nyeri kepala hebat hingga penderita kehilangan kesadaran.

– Sementara di penderita DBD, demam berlangsung sepanjang hari dan mencapai 41 derajat Celcius. Penderita DBD akan menggigil kedinginan

# Timbulnya Bintik Merah

– Bintik merah di Penyakit Tifus akan muncul di area dada saja, sementara penderita DBD akan muncul di bagian bawah kulit di sekujur tubuh penderita. Bintik merah di DBD bila ditekan tidak akan memudar.

# Sakit di bahagian tubuh tertentu

– Penderita Tifus  akan mengalami gejala sakit dibahagian pencernaan. Ini akibat bakteri tifus menyerang area usus di lanjutkan limpa, hati dan juga bahagian kantung empedu. Biasanya bibir penderita kering dibahagian tepi lidah akan terlihat memerah sementara tengahnya ada lapisan putih.

–  Penderita DBD akan merasakan nyeri  dibahagian ulu hati seperti  gejala maag. Otot penderita juga akan nyeri. Penderita DBD biasanya mual dan muntah.

# Siklus Demam

– Temperatur tubuh penderita tifus akan menurun di akhir minggu ketiga, namun jika nggak segera ditangani, komplikasi mungkin akan muncul di tahap ini, seperti pendarahan hingga pecahnya usus. Suhu demam akan terus menurun perlahan hingga pada minggu keempat. Pada fase ini, akan muncul gejala-gejala seperti mengigau dan berbaring kelelahan tanpa gerakan dengan mata setengah tertutup, hingga komplikasi yang membahayakan nyawa. Pada sebagian kasus, gejala dapat kembali muncul dua minggu setelah demam mereda.

– Sedangkan pada DBD, biasanya demam akan mulai menurun pada hari ketiga, sehingga seringkali dianggap bahwa sakitnya sudah sembuh. Padahal, kamu perlu waspada, jika demam kembali mendera, maka perlu perhatian khusus untuk menjaga kondisi kesehatan tetap stabil agar nggak terjadi hal-hal buruk yang nggak diinginkan.

# Tingkat Komplikasi

– Berbeda dengan DBD yang penderitanya bisa mengalami syok (kehilangan cairan parah) yang cukup sering terjadi, penderita tifus umumnya nggak mengalami syok jika belum terjadi komplikasi. Komplikasi tifus dapat menyebabkan perforasi usus (lubang pada usus) yang bisa mengakibatkan isi usus bocor ke rongga perut dan menimbulkan infeksi. (***)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan