Dua Kali Mangkir, 2 Oknum Anggota DPRD Tapteng di Buru Polda Sumut

  • Whatsapp
Keterangan : Redaksi 1MinutesNews.com bersama Kabid Humas Polda Sumut dalam kegiatan wawancara di Polda Sumut
Keterangan : Redaksi 1MinutesNews.com bersama Kabid Humas Polda Sumut dalam kegiatan wawancara di Polda Sumut

Medan, 1MinutesNews.com | Tiga dari lima tersangka oknum anggota DPRD Tapteng dalam kasus dugaan korupsi perjalanan dinas luar kota sudah ditahan pihak penyidik dari Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut sejak hari Jumat (30/11/2018).

Ke tiga nya adalah berinisial JS, HN dan JN sementara dua oknum anggota DPRD lainnya yang sudah ditetapkan tersangka berinisial AR dan SG belum ditahan akibat keberadaannya tidak diketahui.

Bacaan Lainnya

Di ketahui, ke dua tersangka ini sudah dilakukan pemanggilan dengan tersangka hingga dua kali tetapi mangkir (tidak hadir).

“Keduanya yakni AR dan SG. Mereka terhitung dua kali mangkir dari pemeriksaan,”ucap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (4/12/2018).

Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, penyidik telah melakukan pencarian terhadap kedua anggota dewan tersebut, untuk dibawa secara paksa, namun belum ditemukan. Petugas masih menyelidiki tempat persembunyian AR dan SG.

“Sudah dilakukan pencarian terhadap keduanya, tapi belum ditemukan,” kata Tatan.

Sebelumnya diberitakan, dalam Press Relese berkepala surat Poldasu dan berasal dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) menyebutkan bahwa 5 (lima) orang oknum anggota DPRD Tapteng yakni AR, SG,HN,JN dan JS ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng TA. 2016 dan TA 2017.

“ Modus Operandinya adalah, Tersangka sebagai anggota DPRD Tapteng menggunakan bukti pembayaran hotel/bill yang diduga fiktif/markup sebagai pertanggungjawaban atas perjalanan dinas luar daerah TA 206 dan 2017 dalam kegiatan konsultasi,kunjungan kerja dan bimbingan tekhnis,” tulis Press Relase Poldasu.

Disebutkan juga dalam proses penyidikan telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 49 orang yang terdiri dari 5 (lima) orang PNS sekretariat DPRD Tapteng dan 44 (empat puluh empat) orang dari managemen hotel (Medan,Tarutung,Jakarta,Bandung dan Manado) yang billingnya digunakan.

Kerugianan negara hasil penyidikan pihak Dirkrimsus Polda Sumut menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp. 655.924.350.

Sementara pasal yang dipersangkakan terhadap kelima oknum anggota DPRD Tapteng ini adalah Pasal 2 ayat (1) sub pasal 3 Undang-undang RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah  dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan