AMPUH “ Goyang “ Kejaksaan Sibolga, Timbul Pasaribu Tolak di Sebut “PHP”

  • Whatsapp

Sibolga, 1MinutesNews.com | Aliansi Mahasiswa,Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (AMPUH) Sibolga-Tapteng melaksanakan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Negeri Sibolga hari Selasa (18/12/2018). Aksi ini meminta Kejaksaan Agung mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga, Timbul Pasaribu,SH dari jabatananya.

Puluhan pendemo yang menamakan dirinya dari AMPUH mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga di Jalan Sutomo Nomor 14 Kelurahan Kota Baringin Kecamatan Sibolga Kota Kotamadya Sibolga sekira pukul 10.00 WIB.

Walau mempergunakan peralatan sound system seadanya (diangkut dengan betor,red) tak menyurutkan para pendemo dari aktivis penegakan hukum, mahasiswa dan kalangan jurnalis mendatangi Korps Adhyaksa yang memiliki logo ditengahnya bergambarkan sebuah timbangan menyimbolkan keadilan yang diperoleh melalui keseimbangan antara suratan dan siratan rasa.

AMPUH mendatangi Kantor Kajari Sibolga hanya dengan satu tujuan yakni meminta Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga, Timbul Pasaribu,SH dicopot dari jabatannya selaku Kajari Sibolga.

Pasalnya, para pendemo menduga kuat proses penanganan Kasus-kasus di Kejaksaan Negeri Sibolga disinyalir ada Kolusi,Nepotisme dan di duga tebang pilih.

Hal ini diungkapkan Irwansyah Daulay selaku penanggungjawab aksi baik di selebaran yang dibagikan kepada awak media maupun dalam orasinya.

“ Kami salut kepada Kasipidsus dan Kasi Intel yang masih terlihat serius menangani kasus dugaan korupsi. Tetapi kami mungkin karena intervensi dari pimpinannya yakni bapak Timbul Pasaribu, keseriusan ini tidak bisa teralisasi,” kata Irwansyah dalam orasinya.

Irwansyah mengaku heran dengan sistem kerja dari Kejaksaan Negeri Sibolga yang memanggil seseorang untuk dimintai keterangan secara lisan bukan secara tertulis.

“ Aneh, Oknum Kepala Desa Sipan yang dilaporkan masyarakatnya karena di duga korupsi, malah sang Kepala Desa dipanggil dengan cara mendatangkan dua jaksa dan menyuruh si Oknum datang besok ke Kejaksaan Negeri Sibolga untuk dimintai keterangan. Ini kan aneh, apakah ini SOP di Kejaksaan Negeri Sibolga? Masih banyak keanehanan lagi di Kejaksaan Negeri Sibolga. Untuk itu kami minta KejaksaanTinggi Sumatera Utara, Kejaksaan Agung untuk mencopot Bapak Timbul Pasaribu dari Jabatannya selaku Kejari Sibolga,” tegas Irwansyah.

Di kesempatan ini juga para orator baik dari kalangan LSM yakni Irwansyah Daulay, Citra Manullang, maupun dari jurnalis yakni Herbert Roberto Sitohang  dan  Kalangan Mahasiswa yaitu Raju Firmanda Hutagalung  merasa di PHP (Pemberi Harapan Palsu)oleh Kajari Sibolga Timbul Pasaribu.

Penilaian ini dikarenakan beberapa kasus yang dilaporkan para aktivis ini, tidak pernah ditindak lanjuti tetapi selalu dijanjikan akan diproses.

Terhadap tudingan “PHP” Timbul Pasaribu membantah keras, hal ini di karenakan minimnya Jaksa yang ada di Kejaksaan Negeri Sibolga.

“ Kami tidak tidur, personil Jaksa hanya ada 9 (sembilan), yang khusus menangani hal-hal terkait ini 3 (tiga) jaksa. Untuk menjadikan seseorang yang dilaporkan itu perlu proses, kemampuan kami terbatas dan sudah kami laksanakan secara maksimal. Jadi pengertian bapak-bapak terhadap PHP itu tidak benar. Saat bapak dan saya bertelepon saya minta untuk bertemu untuk membicarakan perkembangan kasus yang dilaporkan. Tetapi mungkin karena kesibukan saya dan keterbatasan kami, pertemuan itu belum memungkinkan. Jangan ini dinilai saya PHP,” tegas Timbul Pasaribu didampingi Kasi Intel Arif.

Dalam Aksi ini pendemo dari AMPUH menuntut Kajari Sibolga untuk mundur dari jabatannya dengan menyuarakan bukti beberapa laporan dugaan korupsi yang tak kunjung ada titik terangnya diantaranya :

  1. Kasus dugaan Korupsi Penggunaan Dana Desa TA 2016 sebanyak 11 Desa yang dilaporkan LSM dan masyarakat .
  2. Kasus Dugaan Korupsi Penggunaan Dana APBD TA 2014 di Dinas Kelautan Tapteng yang dilaporkan Pimpinan DPRD Tapteng.
  3. Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Kantor Dinas Pertanian Tapteng
  4. Kasus Dugaan Korupsi Bedah Rumah di Desa Aek Garut Tahun 2016.
  5. Kasus Dugaan Korupsi Peningkatan Jalan Aek Garut-Aek Horsik Tahun 2013.

(ast)

Simak Vidio “ Di Demo, Timbul Bantah PHP ”

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan