Ruas Jalan Amblas di KM 198+500 Arah Penyabungan, Ini Penjelasan BPBD Sumut

  • Bagikan
Keterangan foto: Jalan Amblas di KM 198+500 (Sebelum Kotanopan dari arah Panyabungan), Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diakibatkan oleh banjir Aek Batang Gadis, Rabu (7/11/2018)

Madina,1Minutesnews.com– Curah hujan tinggi dan dengan intensitas lama yang terjadi di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai Rabu (6/11) malam, menyebabkan beberapa kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor.

Berdasarkan keterangan Kepala BPBD Sumut Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.Si, banjir dan longsor terjadi di ruas Jembatan Merah-Ranjau Batu (Batas Sumbar) dan banjir di Ruas Singkuang Natal – Simpang Gambir. Selanjutnya terjadi pula Jalan Amblas di KM 198+500 (Sebelum Kotanopan dari arah Panyabungan).

“Banjir dan tanah longsor, juga jalan amblas sempat menyebabkan terjadinya kemacetan. Namun, kini sudah terbuka untuk kenderaan roda 2 dan 4 (kenderaan ringan) dengan sistem buka tutup,” ujar Kepala BPBD Sumut, Jumat (9/11/2018)

Kepala BPBD Sumut menambahkan, kondisi lapangan yang berlumpur, menyebabkan kenderaan roda empat yang hendak lewat masih harus dibantu tenaga manusia. Hal tersebut diakibatkan lokasi berada di pinggir sungai.

“Karena kondisi jalan berada di pinggir sungai, sehingga hampir sebagian badan jalan tergerus air banjir sungai. Agar kenderaan bisa lewat, telah dibuat relokasi jalan dengan mengeruk sawah di pinggir jalan pada bagian sebelahnya dengan diberi material batu sirtu,” terangnya.

Menurut Riadil, ada 11 titik longsor tebing dan badan jalan yang kemungkinan dapat bertambah, namun yang terparah hingga menyebabkan badan jalan tergerus adalah di daerah pinggiran Sungai Aek Batang Gadis di sekitar KM 198+500.

“Bupati Madina telah menetapkan status darurat mulai 8 hingga 14 November 2018. Target utama darurat jalan nasional adalah penanganan arus lalu lintas agar tidak terputus sama sekali. Selain itu juga telah dilakukan koordinasi dengan Polres maupun Dishub setempat untuk pengaturan lalu lintas, terutama truk-truk angkutan berat agar diberi jalur alternatif agar tidak melewati amblas,” terang Riadil.

Lebih rinci Riadil menjelaskan, akibat hujan kembali mengguyur sejak sore kemarin, lokasi di sekitar Singkuang (Sungai Muara Batang Gadis) menyebabkan air banjir kembali naik. Sementara itu, Jalan Nasional dan Jembatan pada ruas Singkuang-Natal-Simpang Gambir juga masih terdampak banjir.

“Beberapa meubelair sekolah juga rusak berat diterjang air. Ini terjadi di SMAN 3 Penyabungan dan SMA Plus. Korban sampai saat ini satu orang meninggal akibat tertimbun longsor di Kecamatan Muarasipongi,” tambah Riadil.

Adapun pada jalan provinsi ditemukan 30 titik longsor hingga saat ini, dimana 3 titik lagi yang belum terbuka dan pengerjaan terus dijalankan. Selain itu, terdata 78 rumah hanyut di Kecamatan Linggabayu dan Batang Natal. Pengungsi saat ini berada di 3 titik utama, yaitu di Kecamatan Penyabungan, Siabu dan Natal. (Rel Humas BPBD Sumut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan