Rezeki Imron Anak Tukang Bubur Dilantik Jadi Taruna Akmil Oleh Panglima TNI

  • Whatsapp

Jakarta,1MNC– Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, melantik sebanyak 776  Prajurit  Taruna dan Bhayangkara Dua Taruna (Prabhatar ) di  Lapangan Sapta Marga Akademi Militer Magelang, Kamis (1/11/2018). Diantaranya, Prajurit  Taruna Akmil Rezeki Imron Ichwani anak seorang Tukang Bubur asal Kabupaten Purbalingga.

Keterangan : Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto foto bersama 776 Prajurit Taruna dan Bhayangkara Dua Taruna (Prabhatar ) di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer Magelang. (Foto : Puspen Mabes TNI)

Menjadi perwira TNI merupakan mimpi besar sebagian generasi muda Indonesia.

Bacaan Lainnya

Tanpa memandang latar belakang ekonomi, setiap pemuda bisa memulai karir di bidang kemiliteran.

Keterangan : Prajurit Taruna Akmil Rezeki Imron Ichwani bersama keluarga usai acara pelantikan. (Foto : Istw)

Hal itulah yang coba dibuktikan oleh Imron Ichwani. Anak dari tukang bubur keliling di Purbalingga, Jawa Tengah ini dinyatakan lolos seleksi Calon Prajurit Taruna (Capratar) Akademi Militer 2018 dan siap menempuh pendidikan di Magelang.

 

“Keinginan tersebut semakin kuat, ketika ada sosialisasi di sekolah dari Ajenrem 071 Wijayakusuma. Kemudian langsung daftar dan alhamdulillah bisa lolos dari mulai tahap daerah sampai dengan pusat,” terang Imron dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2018).

Imron mengakui mempunyai mimpi menjadi tentara. Dia salah satu calon taruna yang sempat viral di medsos saat ditanyakan oleh Panglima TNI terkait latar belakangnya pekerjaan orang tuanya. Dengan tegas pemuda ini menjawab “ Siap, pedagang bubur ayam,” jawab Imron Ichwani.

Dari data yang dihimpun 1MNC  dari laman resmi TNI, sebelum menjadi prajurit taruna Akmil, Imron Ichwani kerap membantu ayahnya yang bekerja sebagai tukang bubur.

Keterangan : Rezeki Imron Ichwani saat mengikuti sidang terakhir seleksi Calon Taruna. (Foto : Istw)

Imron merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Dia bersama orangtua dan kakak-adiknya tinggal di Jalan Cempaka RT 03/06 Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Imron menyelesaikan pendidikan di SDN 1 Selabaya Kalimanah (2012) dan SMP N 1 Purbalingga (2015). Selanjutnya menempuh pendidikan di SMAN 1 Purwokerto Jurusan IPA hingga lulus tahun  2018.

Keterangan : Sugeng Suroso, ayah dari Prajurit Taruna Akmil Rezeki Imron Ichwani . (Foto: Istw)

Imron yang selama menempuh pendidikan di SMA harus tinggal bersama kakeknya di Purwokerto, selalu aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibra. Berawal dari kegiatannya, dan arahan guru pembina SMA, Imron yang semula bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), berganti haluan dan mendaftar calon taruna Akmil.

Penghasilan ayahnya, Sugeng Suroso, hanya sekitar Rp 50 ribu sehari. Imron merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dan tinggal di rumah yang sederhana.

Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, hal itu tidak menyurutkan semangat Imron dan keluarga mewujudkan mimpi menjadi taruna Akmil.

Keterangan : Sugeng Suroso sebagai pedangang bubur keliling saat melayani salah seorang pembelinya (Foto : Istw)

“Saya berusaha belajar dengan keras agar mewujudkan cita-cita tersebut, dan alhamdulillah semasa SMA masuk di SMA 1 Purwokerto serta saat ikut seleksi pusat masuk dalam kelompok calon unggulan,” jelas Imron.

Alasan bisa masuk calon unggulan, Imron menyampaikan hal itu dimungkinkan karena prestasinya semasa di sekolah.

Keterangan : Keluarga Prajurit Taruna Akmil Rezeki Imron Ichwani (Foto : Istw)

Sementara itu Sugeng Suroso mengakui, bahwa Imron adalah anak yang berprestasi di sekolah dan aktif berorganisasi. Sejak SD hingga SMA, Imron kerap mengikuti lomba sampai olimpiade matematika.

“Awalnya bercita-cita masuk STAN, akhirnya memutuskan untuk mendaftar menjadi Akmil bersama 16 temannya,” ucap Sugeng.

Diketahui, Acara Pelantikan Imron tidak bisa di hadiri oleh Sugeng Suroso. Kakak Imron, Rudi, menggantikan ayahnya untuk bisa menghadiri acara pelantikan itu. Sebab, ayahnya tidak bisa hadir saat wisuda karena diopname selama 2 bulan akibat hepatitis. Dengan sakitnya sang bapak, menurut Rudi, perekonomian keluarga sekarang menjadi tanggung jawabnya sebagai kakak tertua.

Sesuai Rilis Press dari Pusat Penerangan TNI-Mabes TNI, Adapun 776 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang dilantik, terdiri dari Akademi Militer 295 orang (277 Taruna dan 18 Taruni), Akademi Angkatan Laut 109 orang (99 Taruna dan 10 Taruni) , Akademi Angkatan Udara 115 orang (105 Taruna dan 10 Taruni) serta Akademi Kepolisian 257 orang (227 Taruna dan 30 Taruni). (Dian/Rel)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan