Hari Kedelapan, 26 Kantong Jenazah Korban Lion Air JT-610 Kembali Dievakuasi Tim SAR

banner 468x60

Jakarta,1MNC – Badan SAR Nasional (Basarnas) mengumumkan, 26 kantong jenazah kembali dievakuasi dari lokasi  titik pesawat Lion Air JT-610 jatuh, Selasa (6/11/2018).

Dengan hasil tersebut, up date total hasil pencarian hari ini, Senin (5/11/2018) pukul 20.00 WIB sebanyak 164 kantong jenazah.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Setelah diberi label oleh tim DVI, seluruh jenazah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.

“Di lapangan, kami masih bersemangat, bersinergi, dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam operasi SAR untuk menemukan saudara-saudara kita yang menjadi korban,” kata Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi melalui Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto saat konferensi pers.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabasarnas selaku SAR Coordinator (SC) menegaskan bahwa operasi SAR diperpanjang selama tiga hari.

Perpanjangan tersebut setelah dilaksanakan evaluasi menyeluruh dan koordinasi dengan seluruh stakeholder serta melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan.

“Kami kerahkan seluruh daya dan upaya kami dengan didukung peralatan yang canggih, sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan, serta doa dari seluruh masyarakat, operasi SAR dapat segera kami tuntaskan,” tegasnya. Pelaksanaan operasi pencarian masih pada prioritas 1 untuk pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B.

Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV).

Sementara sektor 1B, mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System (DGPS).

Di 2 sektor ini, pencarian dilakukan pada radius 250 meter dengan mengerahkan 151 penyelam gabungan dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, Brimob POSSI Semarang, Indonesia Diver Rescue Team, dan lainnya.

Spot atau titik-titik penyelaman sebelumnya sudah pasti dan terlihat dari citra atau gambar ROV. Selanjutnya, Basarnas membagi tim penyelam secara rinci dan detail mengingat operasi bawah air ini cukup beresiko.

Sedangkan Prioritas 2, pencarian dilaksanakan di permukaan dengan melibatkan puluhan kapal, masing-masing dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan.

Tidak hanya itu, tim yang berada di Posko Aju Tanjung Pakis juga melakukan penyapuan dan penyisiran di sepanjang perairan tersebut. (Rel :Humas Basarnas)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan