Tak Kunjung Tidur, Gadis Ini Dianiaya Hingga Tewas

  • Whatsapp
loading...

Deliserdang,1MINUTESNEWS.com – Syalsabila Aidil Adha (16) gadis cantik yang ditemukan warga tewas dengan kondisi menggenaskan, ternyata saat ajal menjemput mengalami penganiayaan yang sangat sadis.

Gadis malang ini ditemukan tewas di Afdeling 1, Kebun PT Lonsum, Dusun 6, Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa pada Senin (24/9/2018) lalu.

Bacaan Lainnya

Korban usai diberikan obat tidur oleh tersangka BJ(17) yang tak lain adalah pacarnya memiting leher korban. Teman tersangka AP (16) mencekik leher korban dan memijak leher hingga gadis malang ini tewas.

Keterangan : Dua tersangka saat memperagan adegan ketika mencekik dan memting leher korban hingga tewas

Peristiwa ini terungkap saat, Satuan Reserse Kriminal Polres Deliserdang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Salsabila Aidil Adha (15), siswi SMK Tunas Karya Batang Kuis Rabu, (3/10/2018).

Saat rekonstruksi berlangsung kedua orang tua korban yakni Sahir (45) dan Syafrida (42) ikut menyaksikan. Keduanya datang bersama puluhan warga. Warga pun saat itu banyak yang geram melihat ketiga pelaku. Beruntung karena ketatnya pengamanan rekonstruksi ini dapat dilakukan dengan lancar.

Keterangan : Tersangka saat memperagakan cara membawa korba ke kebun sawit usai dibunuh

Ada 23 adegan yang dilaksanakan dan diperankan oleh tiga orang pelaku saat itu. Di adegan ke 15 AP dan BJ pun memerankan bagaimana mereka menghabisi nyawa korban.

Pelaksanaan rekonstruksi dipimpin Kanit 1 Jahtanras, Ipda Dimas Adit Sutomo, didampung Kaurbin Ops Ipda Randi Anugrah, melakukan 23 adegan pembunuhan tersebut. Dari rekonstruksi tersebut diketahui, bahwa sebelum dibunuh, siswi SMK Tunas Karya Batangkuis itu lebih dulu dicekoki obat tidur di sebuah gubuk di perkebunan tersebut.

Tujuannya, agar gadis itu tertidur dan para pelaku bisa melarikan barang-barang berharga miliknya. Namun, setelah ditunggu beberapa waktu tak juga tertidur, BJ yang disebut merupakan pacar Syalsabila akhirnya berinisiatif memiting (mencekik dengan siku) gadis itu. Tindakan itu ternyata belum membuat siswi SMK itu tewas.

Melihat itu, AP kemudian menghabisi gadis tersebut dengan cara mencekiknya. Tak puas, meski Syalsabila sudah terkapar tak berdaya, AP kemudian memijak leher gadis itu hingga dia yakin bahwa Syalsabila sudah benar-benar tewas.dur

Selanjutnya, mereka kemudian mempreteli pakaian Syalsabila atas inisiatif AP. Setelah itu, para pelaku membuang jasad gadis itu ke dalam parit kebun lalu ditutupi dengan batang pisang serta pelepah sawit. Ketiga pelaku kemudian meninggalkan jasad Salsabilla, setelah mengambil handphone dan sepeda motor yang sebelumnya dikendarai gadis itu.

Sementaraitu salah seorang tersangka lainnya DF, meski sempat menolak ikut melakukan pembunuhan namun pada saat itu DF menyaksikan peristiwa pembunuhan tanpa memberikan pertolongan.

Keterangan : Ibu Korban Syafrida (baju daster) terlihat meluapkan emosinya kepada keluarga tersangka pembunuh putrinya

Ia juga ikut menyembunyikan pakaian-pakaian korban setelah dibuka oleh AL dan BK. Siswa kelas IX SMP Negeri di Tanjung Morawa ini juga ikut membantu ketika jasad korban hendak dibuang ke parit yang ada di perkebunan kelapa sawit PT Lonsum Desa Sei Merah Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.

“ Ada 23 adegan tadi yang dilakukan. Memang sudah mereka rencanakan ini ingin mengambil barang-barang korban. Kita menjerat pelaku ini dengan pasal 340, 338 dan 365 KUHP,” ujar Kanit I Satreskrim Polres Deliserdang, Ipda Adit PrabowoA.

Sementara itu, Safrida br Margolang–ibunda Syalsabila–mengaku tak bisa memaafkan perbuatan para pelaku. “Apa salah anak ku? Tak akan ku maafkan mereka!” ketusnya. “Coba lihat, dipijaknya anak ku, dicekiknya anak ku. Apa salah anak ku?” sergah Safrida melampiaskan kemarahannya sembari meneteskan air mata.

Reka ulang pembunuhan tersebut juga dihadiri oleh ibu kandung BJ, SM dan abangnya FR. Saat ditemui, sang ibu mengaku tak menyangka anaknya tega melakukan pembunuhan tersebut. “Kaget kali kami. Dia anak pendiam di rumah. Biasa kalau dikasih jajan berapa pun tak pernah protes,” tutur SM. (Ferdy/Rel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

loading...