Tahan Garang “ Rebut “ HT Polantas. Ciut Diperiksa Polisi, Lihat Vidionya

  • Whatsapp

Medan,1MNC-  Viralnya vidio amatir saat seorang pengendera mobil Toyota Ayla Nopol BK 1236 0S merebut dan menahan Handy Talkie milik Polantas dari Polsek Medan Timur akhirnya sampai ke ranah hukum.

Video dari akun Fb milik Popoy Gambir yang melakukan siaran langsung hari Senin (22/10/2018) lalu di Jalan Bilal tepatnya di persimpangan Lapangan Gajah Mada Medan tersebut pun viral.

Di video itu, Handy Talkie (HT) milik Polantas dari Polsek Medan Timur Bripka Hasugian diambil oleh pengendara yang tidak terima SIM dan STNK nya ditilang tersebut. Video itu langsung beredar luas di masyarakat dan hanya dalam waktu sebentar, telah di tonton hingga ribuan orang.

 

Lihat vidio FB milik @Popoy Gambir di tautan ini

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1961639153924270&id=100002346143304

 

Terkait kasus ini, Bripka Hasugian tak terima dan membuat pengaduan di Polrastabes Medan.Hal ini tertuang dari  Laporan Polisi Nomor : Lp / 872 / X / 2018 / SU / Restabes Medan / Sektor Medan Timur,  tgl 22 Okt  2018.

Dari informasi yang beredar di salah satu grup WA diketahui bahwa Polantas tersebut bernama Januari Rezmas Hasugian (38) seorang anggota Polri yang beralamat di Jln.Bersama II Desa Sampali Kec.Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang.

Sementara si Perebut HT saat kejadian tersebut diketahui bernama Tahan Parningotan Simbolon ( 34) yang beralamat di  Jln. Saudara Gg.Seraman No. 18 Kel.Beringin Kec.Medan Selayang.

Sesuai Surat perintah penangkapan nomor : Sp. Kap / 364/ X / 2018 /Reskrim,  tgl 24 Oktober 2018 terlapor  berhasil ditangkap  hari Jum’at tanggal 26 Oktober 2018, sekira pukul 10.00 wib.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto membenarkan bahwa ia sudah mendapat laporan tentang pengambilan HT Polantas oleh pengendara mobil.

“Kemarin saya dapat laporan dari Polsek Medan Timur. Jadi ada anggota kita yang melakukan tindakan kepada seorang pengendara yang videonya sudah viral. Dia tidak menerima atas tindakan yang dilakukan oleh Polantas yang sedang menjalankan tugas,” kata Dadang di Taman Sri Deli Medan, Jumat (26/10/2018).

“Kita dapat laporan HTnya diambil dan ditahan dikendaraan milik pengedara yang ditahan SIM dan STNKnya. Dalam kaitan dengan ini, yang pertama tentu ini bukan pembelajaran yang baik,” sambungnya.

Kalau kita bicara masalah hukum apalagi masalah lalulintas, sambung Dadang sebenarnya bagi masyarakat seandainya dia merasa bahwa dia tidak bersalah saat ditilang oleh polisi, sudah diberikan ruang untuk dibawa ke pengadilan dan pengendara yang ditilang bisa menyatakan kepada Hakim, bahwa dia tidak bersalah.

Lanjut, bukti-bukti yang disampaikan saat proses pengadilan tersebut, bisa disampaikan dan Hakim bisa memanggil petugas kepolisian yang saat itu melakukan penilangan.

“Untuk HT anggota sudah dikembalikan oleh seseorang kepada kita. Nanti hasilnya kita lihat bagaimana proses selanjutnya,” jelas Dadang.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa Tahan sudah di tahan dan dijerat dengan  Pasal 365  ayat 1 Subs pasal 362 Yo pasa 211 Jo 212 KUHP. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan