Penyebab dan Cara Mengatasi “Buntet” pada Balita

  • Whatsapp

Artikel,1MINUTESNEWS.com- Biang Keringat (Keringet Buntet) dalam istilah medis disebut Miliaria. Sesuai namanya Biang Keringat (Keringet Buntet) ini terjadi karena pori-pori kulit (saluran keringat) tersumbat (Buntet dalam bahasa jawa), sehingga keringat terperangkap di bawah kulit dan akibatnya terjadi peradangan.

Biasanya, Biang Keringat muncul pada bagian tubuh yang banyak berkeringat seperti bagian dahi, pipi, leher, dada dan bahu serta bagian tubuh yang berlipat lainnya seperti ketiak serta lipatan siku pada tangan.

Bacaan Lainnya

Apa penyebab bayi atau balita sering mengalami Biang Keringat?

Biang Keringat bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi, balita, anak-anak hingga orang dewasa. Namun Biang Keringat ini memang lebih sering dialami oleh sebagian besar balita dan anak-anak, hal ini karena kulit balita lebih sensitif dibanding orang dewasa, selain itu fungsi kelenjar keringat pada balita terutama pada bayi belum berfungsi secara sempurna.

Biasanya Biang Keringat akan muncul ketika bayi sakit panas seperti ketika ia sedang flu atau pilek. Hal ini tejadi karena suhu tubuh meningkat (panas) sehingga bayi akan berkeringat dan membuat tubuhnya menjadi lembab. Proses ini sebenarnya adalah proses alami dimana fungsi keringat yang keluar adalah untuk menurunkan suhu tubuh sehingga menjadi normal kembali

Biang Keringat Biasanya muncul saat cuaca sedang panas (musim kemarau), atau bisa juga pada musim pancaroba (Cuaca tidak menentu). Sehingga sama seperti yang telah dijelaskan pada poin 2 diatas, bayi atau balita akan lebih sering berkeringat untuk menurunkan suhu tubuh yang juga ikut terasa panas (gerah).

Apakah perbedaan Biang Keringat dengan Suleten?

Memang sebagian gejala antara Biang Keringat dengan Suleten (Impetigo) hampir sama. Biang Keringat lebih disebabkan oleh fungsi kelenjar keringat yang belum terbentuk sempurna pada anak atau bisa juga karena tersumbatnya pori-pori sehingga sebagian besar keringat terjebak dibawah lapisan kulit dan menimbulkan peradangan. Sedangkan pada Suleten (Impetigo) lebih disebabkan oleh bakteri Staphylococcus (Staph) dan Streptococcus (Strep) akibat kebersihan lingkungan yang kurang terjaga, sehingga juga dapat menimbulkan infeksi atau peradangan pada kulit. Namun Suleten biasanya diikuti dengan masalah Biang Keringat. Untuk lebih lengkapnya bisa ibu baca pada artikel: Cara mengobati Suleten “Impetigo” pada bayi.

Apa saja jenis dan Gejala dari Biang Keringat?

Gejala Biang Keringat umumnya munculnya bintil-bintil kecil berwarna merah yang terkadang berisi air disertai ruam. Selain itu, Biang Keringat akan terasa gatal dan panas sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal inilah terkadang membuat anak ibu sering rewel ketika mengalami Biang Keringat. Namun gejala yang muncul tiap anak beberbeda-beda tergantung dari jenis Biang Keringat yang dialami. Berikut beberapa jenis Biang Keringat dan Gejala yang mungkin timbul:

Baca halaman 2 (dua)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan