Orang Tua Belum Ada Khabar , “Numpang Hercules” Peserta MTQN Asal Sulteng Semangat Ikuti MTQN di Medan

  • Whatsapp

Medan,1MinutesNews.com– Perjuangan kontingen asal Sulawesi Tengah ini patut diancungi jempol. Pasca Gempa dan Tsunami meluluhlantakkan daerah Palu sekitarnya, tidak menghalangi semangat mereka mengikuti MTQN XXVII di Sumatera Utara

Seperti yang diungkapkan Neni Kasmawati (23) yang masih belum mendapat kabar mengenai kondisi kedua orangtua dan saudaranya sejak gempa dan Tsunami meluluhlantakan Palu, sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi psikis yang belum pulih, kontingen juga harus berjuang untuk bisa berangkat ke Sumatera Utara. “Saat itu tidak ada yang bisa melanjutkan perjalanannya karena gempa,” kenang Neni dengan mata berkaca kaca, saat menunggu dimulai perlombaan cabang Musabaqoh Menulis Ilmiah Al Qur’an (M2IQ) golongan putri, Minggu (7/10) di Akademi Pariwisata Gedung Sumeko Djajanegara Jl.RS Haji Pancing.

Ia juga mengungkapkan, diawal-awalnya semangat ketika akan berangkat ke Medan yang rencananya tanggal 3 Oktober. Namun, karena kejadian gempa dan Tsunami, tidak ada pesawat yang lepas landas. Bahkan bandara dijadikan tempat pengungsian.

“Kami sempat patah semangat karena sulit sekali  berangkat. Tapi, syukurlah berkat kebijakan dan kemurahan hati Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, kami berangkat 4 Oktober,” terangnya. Kontingen Sulawesi Tengah menumpang pesawat Hercules bersama para pengungsi lainnya untuk keluar dari Palu ke Surabaya. Selanjutnya dari Surabaya, mereka menumpang pesawat komersil menuju Sumatera Utara.

Untuk lomba M2IQ ini, selain Neni juga ada Muhammad Anzar (21) di golongan putra. Muhammad Anzar yang juga asal Sulawesi Tenggara, Palu mengatakan, ia kuliah di Universitas Tadulako jurusan Kesehatan Masyarakat semester VII.

” Rasanya bangga  ikut lomba ini, puji syukur kepada Allah SWT. Ternyata saingan kita hebat-hebat dan kita bisa belajar banyak,” ujarnya.

Dalam lomba ini, ia membawakan judul tulisan,  Menangkal Radikalisme dan Membangun Kesatuan Bangsa yang Majemuk Menurut Konsep Al Quran.  Sementara pendamping Kafilah Sulawesi Tengah, Lukman (45) menyebutkan, mereka yang datang ada 55 orang dan 44 orang diantaranya peserta lomba.

Neni Kasmawati dan Muhammad Anzar juga berharap dengan kemampuan yang mereka miliki bisa menjadi juara dan mengharumkan nama Sulawesi Tengah. “Pelayanan disini bagus, makanannya juga enak,” ungkap keduanya.

(Media Center MTQN 2018)

loading...

Pos terkait