Masya Allah, Walau di Gulung Ombak Tsunami Rahman Selamat

  • Whatsapp
M.Rahman selamat dari gulungan ombak Tsunami.

Medan,1MinutesNews.com– Pasrah dan mengucapkan kalimat “ La Ilaha Illallah “, M.Rahman warga Desa Buranga, Kecamatan Amibabo Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah selamat dari gulungan ombak Tsunami yang terjadi hari Jumat (29/9/2018) lalu menjelang Magrib.

Kisah nyata ini diungkapkan Mohammad Rahman, 21, salah seorang peserta MTQN XVII di Medan yang tergabung dalam Kafilah Sulawesi Tengah.

Diceritakannya, saat gempa dan tsunami datang, dirinya  sedang berada di Masjid Terapung  bersama beberapa orang jemaah lainnya, tiba- tiba terjadi guncangan gempa bumi yang  disusul gelombang tsunami.

“Begitu terjadi guncangan gempa, saya berlari keluar Masjid untuk mencari perlindungan, tetapi belum  lagi sampai ke tempat yang lebih aman, gelombang tsunami datang dan  saya pun tergulung gelombang tsunami,” ujar Rahman.

Dikatakannya, meski pun dirinya berada dalam gulungan ombak tsunami, dia masih bisa dan sadar seraya  mengucapkan kalimat  ‘La Ilaha Illallah’. “Itulah yang selalu saya ucapkan selama berada  dalam gulungan ombak tsunami sehingga dengan pertolongan Allah SWT saya selamat dan bisa mengikuti MTQN di Sumatera Utara,” kata Rahman.

Selain berpegang pada kalimat La Ilaha Illallah, kata Rahman,  Ia  juga masih sempat  berdoa. “Ketika itu saya berdoa. Ya Allah, jika memang Engkau  mau   ambil nyawaku, janganlah Engkau  jauhkan aku dari keluargaku, biar mereka bisa melihat makamku,” ujar Rahman sambil meneteskan air mata.

Setelah beberapa menit di gulung ombak tsunami, akhirnya Ia  terdampar di suatu tempat dengan luka di leher akibat terkena pecahan kaca masjid terapung.

Mohammad Rahman dan  Iin Dzulfaizah adalah   peserta  MTQ Nasional Sumatera Utara   kafilah Sulawesi Tengah pada cabang Qiraat  Saba’ a Murottal tingkat Dewasa.

Ketika sedang melantunkan ayat Alquran di arena perlombaan, tiba- tiba ia terlihat  meneteskan air mata karena sesaat sebelum naik ke mimbar ia mendapat kabar dari orang tuanya  bahwa hari ini Selasa (9/10) terjadi lagi gempa  di kampungnya dan ada korban  meninggal.

Mendengar kisah dan penjelasan Rahman dan Iin kalau di Sulteng saat ini terjadi kembali gempa, secara spontan  panitia dari cabang qiraat saba’a murottal tingkat dewasa, bersama siswa MAN Binjai serta undangan lainnya mengumpulkan sumbangan untuk membantu korban di Sulteng. (AST/Media Center MTQN 2018)

 

loading...

Pos terkait