KPK Tetapkan Orang Kepercayaan Bupati Labuhan Batu Tersangka Suap

  • Bagikan

Jakarta,1MinutesNews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Thamrin Ritonga, orang kepercayaan Bupati nonaktif Labuhanbatu periode 2016-2021,hari Selasa (8/10/2018)

Pangonal Harahap, sebagai tersangka ke empat dalam  kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Pemkab Labuhanbatu tahun anggaran 2018.

“KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup dan melakukan penyidikan baru dengan tersangka TR [Thamrin Ritonga], pihak swasta,” kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Selasa (8/10).

Thamrin diduga menerima suap bersama-sama dengan Pangonal Harahap selaku Bupati Labuhanbatu dari pemilik atau bos PT Binivan Konstruksi, Effendy Sahputra terkait proyek-proyek di Pemkab Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut).

Adapun peran Thamrin dalam kasus ini adalah sebagai penghubung antara Pangonal dengan pihak Effendy soal permintaan dan pemberian uang untuk Pangonal.

“Yaitu menghubungi ES [Effendy Sahputra] agar menyerahkan uang sebesar Rp 500 juta pada 17 Juli 2018 kepada PHH [Pangonal Harahap] terkait dengan kebutuhan pribadi PHH,” katanya.

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan sejak tanggal 9 Oktober 2018 dan surat perintah penyidikan (sprindik) 9 Oktober 2018, KPK menyangka Thamrin Ritonga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Selama proses penyidikan, KPK telah mengidentifikasi sejumlah fee proyek lainnya. Hingga sampai saat ini jumlah fee proyek yang diduga diterima Pangonal sebesar Rp 48 miliar dari proyek di Labuhanbatu tahun 2016, 2017, dan 2018,” kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya menjerat tiga orang tersangka. Selain Bupati Pangonal, dan Effendy, KPK juga menjerat pihak swasta bernama Umar Ritonga.  Namun Umar masih buron. (Dian)

  • Bagikan