Emak-emak “ Serbu “ Dinsos Tapteng, Ini Sebabnya

  • Bagikan

Tapteng,1MINUTESNEWS.com– Tak biasanya, Kantor Dinas Sosial (Dinsos) yang biasanya terlihat lengang dan hanya aktifitas ASN yang ada mendadak “ramai”. Ratusan “emak-emak” dari berbagai usia terlihat berada di kantor yang beralamat di Jalan R.Junjungan Lubis No. 11 Pandan Kabupaten Tapteng Prov.Sumut, hari Senin (1/10/2018) sekira pukul 13.00 WIB

Pemandangan ini menarik perhatian perhatian Pimpinan Umum (PU) 1MINUTESNEWS.com(1.MN.Com) yang kebetulan melintas usai tugas peliputan.

“ Ada pendataan, Pak “ ucap Risma boru Pandiangan (47) mengaku warga Kelurahan Lubuk Tukko tanpa menjelaskan maksud kalimat tersebut.

Keterangan : Warga Tapteng datangi Kanto Dinsos Tapteng

Hal yang sama juga disampaikan seorang ibu yang terlihat sudah lanjut usia (lansia). Ibu yang mengaku Boru Hombing ini sengaja datang ke Dinsos Tapteng sambil membawa Kartu Keluarga untuk mendaftar sebagai keluarga tergolong miskin

“ Mau mendaftar,Pak. Informasi tetangga saya, Dinas Sosial mau membagi-bagi bantuan dari pemerintah, harus di data lagi Pak,” ungkap Boru Sihombing ini.

Tak puas dengan informasi dari “emak-emak” ini, 1MN.Com memasuki kantor Dinsos. Ternyata pemandangan di halaman kantor ini tak jauh beda dengan di dalam. Puluhan “emak-emak” terlihat memadati ruangan dalam hingga duduk di lantai kantor karena tidak memadainya kursi.

Pj. Kadis Sosial Tapteng, Parulian Panggabean,SE.MM

Pj. Kadis Sosial Tapteng, Parulian Panggabean,SE.MM saat ditemui di ruangannya mengungkapkan bahwa kedatangan para warga ini terkait adanya Program Pemerintah dari Kementerian Sosial RI. “ Warga kita datang ke kantor ini menyangkut Program E-Warung Pak. Ini Program dari Kemensos RI” jelas Parulian Panggabean memulai percakapan di ruangannya hari Senin (1/10).

Menurut penjelasan dari Parulian, Pemerintah akan mengolaborasikan penyaluran dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dengan layanan warung non tunai atau E-warung agar penyaluran bantuan bisa lebih efektif dan efisien.

Beberapa kebutuhan pokok yang bisa didapatkan oleh masyarakat di e-warung yakni beras dan telur.

Adapun e-warung ini merupakan warung yang menyalurkan bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi para peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Warga bisa mendapatkan bahan pokok dalam BPNT melalui transaksi non-tunai.

“Di Program ini  akan mengolaborasikan PKH dengan e-warung. Bantuan yang sifatnya pangan tidak bisa diambil secara tunai. Hanya bisa ditukar dengan bahan pangan yang sudah ditentukan. Hanya bisa untuk beras dan telur,” papar Parulian.

Oleh karena itu, pemerintah berusaha mengkonversikan subsidi tersebut ke dalam empat bahan pangan yang disiapkan oleh Bulog yang bersinergi dengan E-Warung.

Dengan begitu, harga kebutuhan pokok bisa ditekan karena Bulog akan menyalurkan secara langsung keempat bahan pokok tersebut ke setiap E -Warung yang ada.

Keterangan : Warga berdesakan di dalam ruangan Kantor Dinsos Tapteng untuk mendaftar sebagai peserta penerima E-Warung

“Dengan adanya E-warung akan memotong mata rantai penjualan bahan pokok, khususnya beras karena akan bersinergi langsung dengan Bulog,” ungkap dia.

Pihak Dinas Sosial Tapteng hanya sebagai pemberi data calon penerima E-Warung. Sementara penentunya adalah Kemensos RI.

“ Kita hanya mengajukan data sesuai dengan klasifikasi calon penerima mamfaat E-Warung. Mereka (penerima,red) akan di survey oleh Tim Lapangan dari Petugas PKH. Selanjutnya hasil survey tersebut akan diajukan ke Kementerian Sosial untuk diverikasi. Jadi bukan kami (Dinsos) sebagai penentu tetapi Kemensos RI. Sistem ini diberlakukan, agar penerima E-Warung tepat sasaran,” tegas Parulian.

Pj. Kadis Dinsos ini juga menghimbau agar para warga melakukan pendaftaran di Tingkat Kelurahan dulu, karena semua data dari Kelurahan juga akan diajukan ke Dinsos Tapteng. Tak perlu harus jauh-jauh datang ke Kantor Dinsos Tapteng untuk melakukan pendaftaran. (ast)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan