Terancam Hukum Mati, Yeyen Menangis Di Hadapan Hakim

  • Whatsapp

MEDAN,1MINUTESNEWS.Com –  Surijani alias Yeyen salah seorang terdakwa kepemilikan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi yang dari awal sidang di Pengadilan Negeri Medan terlihat santai tanpa rasa bersalah. Tetapi saat mengetahui ancaman hukuman mati yang akan dihadapinya, wanita berperawakan tambun ini akhirnya menangis di hadapan hakim saat sidang lanjutan di PN Medan hari  Selasa (4/9/2018) sore.

Safrawi, Surijani alias Yeyen, Muhammad Dany alias Mamat dan Jabar Hadid merupakan para  terdakwa kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 11.033 Kilo Gram dan pil ekstasi sebanyak 27.017 butir.

Bacaan Lainnya

Sejak sidang pertama para terdakwa ini tidak terlihat ada rasa penyesalan termasuk Yeyen yang merupakan satu-satunya wanita di antara ke empat terdakwa.

Tetapi saat menjalani sidang lanjutan diruang Cakra 2 Pengadilan Negri (PN) Medan, Selasa (4/9) sore, Yeyen menangis tersedu-sedu.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik, dan JPU Marina  Safrawi alias Yeyen dan tiga rekanya saat ditanya  kompak  mengatakan, kalau narkoba itu milik Fajri warga Aceh (DPO). “Awalnya saya ditawarkan pekerjaan oleh Fajri (DPO) untuk mengambil paket sabu. Lalu, setelah saya menyanggupi kerjaan yang ditawari oleh Fajri, saya langsung berangkat dari Aceh ke Medan,” ucap Yeyen

Mendengar keterangan terdakwa Yeyen, majelis hakim langsung mencerca beberapa petanyaan.”berarti kamu dengan Fajri, telah melakukan permufakatan jahat secara tanpa hak dan melawan hukum menawarkan, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli narkobakan,” tanya hakim

Selain itu majelis juga menanyakan, upah dan telah berapa kali mengantar barang haram tersebut dari Aceh ke Medan, “Coba kamu jelaskan,” pinta hakim sambari menasehati terdakwa Yeyen.

Mendengar pertanyaan Majelis Hakim, terdakwa Yeyen pun menjawab dengan suara pelan dan parau ” Saya butuh uang untuk membiayai keluarga. Anak saya satu orang masih kecil, sedangkan ayahnya tak mau bertanggungjawab lagi, jadi saya terpaksa melakukan pekerjaan ini pak hakim, dan kalau masalah upah saya hanya diberi upah 34 Juta, dan Yeyen mengaku kalau dirinya sama ini sudah  enam kali  membawa narkoba,” terang Yeyen

Setelah menjawab pertanyaan majelis hakim tersebut, terdakwa Yeyan yang mengaku memiliki 1 orang anak itu langsung menangis tersedu-sedu, sembari menyebut akan bertobat sampai akhir ayatnya dipenjara. “Ya uda kamu jangan menangis, kalau kamu mau bertobat camkan dari sekarang, sudah-sudah jangan menangis lagi kamu,”  ujar Majelis Hakim Erintuah sembari membujuk.

Setelah mendengar keterangan dari Yeyan dan tiga terdakwa lainnya secara bergantian lalu majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

Diketahui senelumnya polisi terlebih dajulu melakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah kontrakan Surijani alias Yeyen  Jalan Lembaga Pemasyaratakan Desa Tanjung Gusta Kecamatan Helvetia Kabupaten Deli Serdang.

Dalam penggeledahan yang disaksikan oleh Yeyen, Mamat, Surijani dan Jabar Hadid itu, polisi menemukan satu buah tas berwarna merah hijau berisi 11 bungkus plastik teh warna hijau merek Guanyiang yang berisi sabu dengan berat 11.033 gram dan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 27.017 butir,” pungkas JPU.

Sabu-sabu dan  pil ekstasi terbagi dalam beberapa bungkus dengan rincian, 2 bungkus plastik klip berisi pil ekstasi berwarna kuning berlogo XL sebanyak 8.950 butir, 2 bungkus plastik klip berisi pil ekstasi berwarna merah berlogo Tapak Tangan sebanyak 9.036 butir, 1 bungkus plastik klip berisi pil ekstasi berwarna biru berlogo angka 3 sebanyak 4.031 butir dan 1 bungkus plastik klip berisi pil ekstasi berwarna merah jambu berlogo garpu sebanyak 5.000 butir. “Perbuatan para terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandas Marina.

Usai mendengarkan dakwaan, Majelis Hakim menunda persidanan hingga pekan depan. (Ferdi)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan