Pasca Gempa, Rutan Donggala Dibakar , 100 Lebih Napi Melarikan Diri

  • Whatsapp
Kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri.(KOMPAS.COM https://www.1minutesnews.com/wp-content/uploads/2018/09/2721335227.jpg
loading...

Donggala,1MINUTESNEWS.com– Rumah tahanan kelas II B Donggala, Sulawesi Tengah dibakar ratusan narapidana, Sabtu (30/9/2018) pukul 23.00. Sebanyak ratusan narapidana melarikan diri.

Mereka berusaha melarikan diri dan membakar hangus lapas tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ada sekitar 100 narapidana dan tahanan diperkirakan kabur,” ujar Kepala Rutan Donggala, Saifuddin, sesuai dikutip dari Kompas.com.

Saifuddin mengungkapkan pembakaran rutan ini dilakukan napi karena tuntutan mereka yang tak dikabulkan. Para narapidana menuntut dibebaskan untuk bisa bertemu dengan keluarga mereka pasca gempa bumi dan tsunami menghantam Donggala.

Upaya pemadaman api sulit dilakukan karena hanya ada satu unit mobil pemadam kebakaran yang ada di lokasi kejadian karena akses jalan menuju rutan yang cukup sempit. Aliran listrik di seluruh kota Donggala pun mati pasca gempa Jumat (28/9/2018) yang semakin menambah kesulitan mencari sumber air.

Situasi mulai terkendali jelang pukul 02.00, saat itu ratusan napi yang masih ada di sekitar rutan sudah dikumpulkan di lapangan rutan. Akan tetapi, api masih melahap habis rutan Donggala.

Keterangan : Narapidana dan tahanan dikumpulkan di halaman saat terjadi kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri.(Foto :KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Terkait peristiwa ini, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM, Ade Kusmanto, menyatakan, saat ini Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami sedang meninjau langsung Rutan Donggala yang dibakar oleh narapidana.

“Rombongan Bu Dirjen sudah di Palu baru landing, dari kemarin kan (komunikasi) terputus. (Dirjen) ikut rombongan Hercules. Sedang memastikan kondisi di Lapas Palu juga kemudian di Rutan Donggala juga,” kata Ade  Minggu (30/9/2018).

Ia mengatakan Ditjen Pas harus memastikan betul kondisi dan situasi sesungguhnya secara langsung lantaran komunikasi dengan petugas Rutan Donggala terputus akibat gempa dan tsunami yang melanda.

Nantinya, setelah mendapat informasi yang utuh, Ade mengatakan pihaknya akan menggelar konferensi pers mengenai peristiwa tersebut serta mengambil langkah penanganan yang tepat. “Nanti ada dari Bu Dirjen langsung. Hari ini di sana Ibu Dirjen dengan beberapa direktur juga lah. Nanti kan ada pernyataan resmi. Ada konpers dari Bu Dirjen. Ataupun nanti Ibu Dirjen menyampaikan hasilnya ke Pak Menteri. Bisa Pak Menteri yang sampaikan langsung,” lanjut dia.

Adapun, kapasitas rutan Donggala yang terletak di Jalan Poros Palu, Mamuju, Ganti, Banawa ini sebenarnya 116 orang. Namun, sebelum kejadian, rutan tersebut diisi 342 orang narapidana. (***)

Sumber : Kompas.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

loading...