Pengusaha Playstation Ini Akhirnya Minta Maaf Ke Pelda M.Chalik dan TNI AU

  • Whatsapp
loading...

Medan,1MINUTESNEWS.com– Jhony Pengusaha Playstation “Tomb Rider” akhirnya berdamai dengan Pelda Muhammad Chalik personil personel Dinas Logistik TNI AU Lanud Soewondo Medan. Permintaan maaf dilakukan secara terbuka dan dituangkan dalam bentuk Surat Perjanjian hari, Senin (24/9/2018) dini hari kemarin.

Hal itu diungkapkan Komandan Lanud Soewondo, Kolonel (Pnb) Poltje Linkey didampingi Dansat POM Mayor POM, I Gede Eka Santika didampingi Kepala Hukum, Kapten E Wardoyo, dalam keterangannya kepada media, Selasa (25/9/2018).

Diketahui sebelumnya, Pelda Muhammad Chalik, personel Dislog Lanud Soewondo, telah mengalami penganiayaan di toko playstation Tomb Raider oleh pemiliknya Jhoni dan karyawannya Jaya, Minggu (23/9/2018)

“Pada hari Senin 24 September 2018, sekira pukul 21.00 pertikaian telah diselesaikan secara kekeluargaan dan dituangkan dalam bentuk surat perjanjian,” sebut Kolonel Poltje.

Adapun isi perjanjian tersebut menurut Dan Lanud antara lain adalah, bahwa Jhoni dan kawan-kawannya telah mengaku melakukan penganiayaan terhadap Pelda Muhammad Chalik.

“Akibat kejadian tersebut, Pelda Muhammad Chalik mengalami luka di bawah mata sebelah kiri, memar di kepala dan punggung sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan,” jelasnya.

Disebutkan juga, bahwa menyusul insiden pertikaian tersebut, telah mengakibatkan beberapa kerusakan pada toko Tomb Raider.

“Saudara Joni telah berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan yg dialami Pelda Muhammad Chalik di Rumah Sakit sehingga sehat seperti sedia kala,” beber Kolonol Poltje lebih lanjut.

Ditegaskan juga, bahwa Jhoni tidak akan melakukan penuntutan pada pihak manapun mengenai permasalahan yang terjadi.

Dengan ditandatanganinya surat perjanjian ini, tidak akan ada penuntutan dengan alasan apapun,” tegas Kolonel Poltje. Sementara itu, Jhoni sudah lebih dulu meminta maaf secara terbuka kepada pihak keluarga Pelda Muhammad Chalik dan TNI Angkatan Udara. Permintaan maaf Jhoni tersebut tertuang dalam satu rekaman video.

 

Diberita sebelumnya menyebutkan, Anggota TNI AU Pelda Muhamad Chalik (45) yang bertugas di Dinas Logistik (Dislog) Lanud Soewondo Medan jadi korban penyekapan dan penganiayaan seorang pengusaha servis dan rental Play Station, Minggu (23/9) sekira pukul 20.15 Wib.

Akibat kejadian penyekapan dan penganiayaan ini korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Putri Hijau Medan untuk mendapatkan perawatan intensif. (Fery/Ast)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

loading...