BPPT : Energi Gempa di Donggala Setara 200 x Bom Atom Hiroshima

  • Whatsapp
Keterangan : Hotel Roa, hampir rata dengan tanah pascagempa di Kota . Palu. BPPT menyebutkan kekuatan gempa ini menyamai 200 x Bom Atom di Hiroshima

Jakarta,1MINUTESNEWS.com– Gempa di Donggala, Sulawesi Tengah yang terjadi hari Jumat (28/9) lalu kekuatannya mencapai 7,4 Skala Richter. Kekuatan ini sama dengan 200 kali kekuatan Bom Atom yang dijatuhkan di Kota Hiroshima Japan, 6 Agustus 1945 silam.

Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada bulan Agustus 1945, tahap akhir Perang Dunia Kedua. Amerika Serikat menjatuhkan bom dengan persetujuan dari Britania Raya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Quebec. Dua operasi pengeboman yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa ini merupakan penggunaan senjata nuklir masa perang untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah.

Dalam kurun dua sampai empat bulan pertama setelah pengeboman terjadi, dampaknya menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki; kurang lebih separuh korban di setiap kota tewas pada hari pertama.

Tetapi, Gempa dengan magnituro 7,4 Skala Richter di Donggala, Sulawesi Tengah, energinya ternyata memiliki kekuatan lebih dasyat  200 kali bom atom Hiroshima.

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu W Pandoe menyebut, gempa Donggala, Sulawesi Tengah dengan magnitude 7,4 memiliki energi sekitar 2,5×10^20 Nm yang setara dengan 3×10^6 Ton-TNT atau 200 kali bom atom Hirosh

“ Gempa Donggala, Sulawesi Tengah dengan magnitude 7,4 memiliki energi sekitar 2,5×10^20 Nm yang setara dengan 3×10^6 Ton-TNT atau 200 kali bom atom Hiroshima,” tulis Wahyu dalam siaran pers tertulisnya hari Sabtu 29 September 2018 seperti dikutip dari Antara News.

Dalam siaran pers Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Sabtu, Wahyu menyatakan bahwa berdasar simulasi model analitik-numerik, Kota Palu-Kabupaten Donggala dan sekitarnya mengalami deformasi vertikal berkisar -1,5 sampai 0,50 meter akibat gempa.

Daratan di sepanjang pantai di Palu Utara, Towaeli, Sindue, Sirenja, Balaesang, diperkirakan mengalami penurunan 0,5-1 meter dan di Banawa mengalami penaikan 0,3 cm, katanya.

Gempa bumi ini berpusat di darat dengan sekitar 50 persen proyeksi bidang patahannya berada di darat dan sisanya di laut.

“Komponen deformasi vertikal gempa bumi di laut ini yang berpotensi menimbulkan tsunami,” katanya.

Berdasarkan model, tinggi tsunami di sepanjang pantai mencapai antara beberapa centimeter hingga 2,50 meter, ia menambahkan.

Tsunami, ia menjelaskan, berpotensi lebih tinggi lagi karena efek turunnya daratan di sekitar pantai dan amplifikasi gelombang akibat batimetri serta morfologi teluk.

“Masyarakat perlu waspada atas gempa bumi susulan dan potensi keruntuhan infrastruktur atau bangunan di sekitarnya, serta terus memantau dan mengikuti informasi dari otoritas resmi BMKG/BNPB/BPBD setempat,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan pula bahwa BPPT telah memiliki produk teknologi Sijagat untuk mengkaji keandalan gedung bertingkat terhadap ancaman gempa dan Sikuat untuk memantau kondisi gedung bertingkat terhadap ancaman gempa. BPPT juga telah merancang Rumah Komposit Polimer Tahan Gempa untuk daerah-daerah rawan bencana gempa. (ast/AN)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan