Duh.. Baru Lulus SD, Bocah Ini Nikahi Siswi SMK

  • Whatsapp
loading...

Bantaeng,1Minutesnews.com — Warga Sulsel kembali digegerkan dengan pernikahan pasangan anak dibawah umur. Kali ini, pernikahan tersebut kembali terjadi di Kabupaten Bantaeng, hari Kamis (30/8/2018) lalu.

Seorang lelaki yang masih belia mempersunting wanita yang umurnya 4 tahun lebih tua darinya. Namanya diinisialkan Rs. Usianya baru 13 tahun. Warga Lanynying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere. Baru saja menamatkan pendidikannya di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Bacaan Lainnya

Gadis yang dipersuntingnya adalah warga Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere. Inisialnya Mi (17). Kelas II SMK. Keduanya telah melangsungkan pernikahan di kediaman mempelai wanita di Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, yang berjarak sekitar 130 kilometer dari Kota Makassar, yang dilanjutkan resepsi, hari Kamis (30/8). Penikahan dini ini pun viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Perempuan dan Anak Banteng Syamsuniar Malik, menyayangkan kembali terjadinya pernikahan dini ini.

Menurutnya, selain melanggar Undang-undang Perlindungan Anak (UUPA) dan Undang-undang Perkawinan (UUP), alat reproduksi mempelai wanita belum siap dan mentalnya belum matang.

Syamsuniar kemudian mengutip UU Nomor 1 tahun 1974 Pasal 7 tentang Perkawinan. Disebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun, dan wanitanya berusia 16 tahun.

Syamsuniar menambahkan, pihaknya aktif melakukan sosialisasi dalam kerangka pencegahan pernikahan dini.

“Pernikahan antara pengantin pria berusia 13 tahun dan pengantin wanita berusia 17 tahun ini dilakukan oleh orangtuanya. Belum diketahui pasti, apakah ada imam saat ijab kabul. Mereka menikah tanpa sepengetahuan pihak KUA Uluere dan mereka diam-diam melangsungkan pernikahan itu tanpa melaporkannya,” katanya.

“Kami proaktif mensosialisasikan UUPA dan UUP untuk pencegahan pernikahan dini. Tapi kenyataannya, masih saja ada masyarakat yang tidak mematuhi UU tersebut”, sesalnya sesuai dikutip dari laman Fajar.co.id

Sumber di Kantor Urusan Agama Kecamatan Uluere mengaku, bahwa perkawinan kedua anak ini tidak tercatat. (Fajar.co.id)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

loading...