Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Tapteng Ini Mengaku Tidak Tahu. Rao : Kami Diperiksa 6 Tapi Kok Hanya 5 Jadi Tersangka, Ada Apa?

  • Whatsapp
Read Time3 Minute, 36 Second

TAPTENG,1MINUTESNEWS.Com – Pasca ditetapkannnya 5 (Lima) orang oknum anggota DPRD Tapteng sebaga Tersangka oleh Penyidik Diskrimsus Polda Sumut dalam Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng TA. 2016 dan 2017, 2 (dua) Anggota DPRD Tapteng yang disebutkan inisialnya mengaku belum mengetahui hal ini, hari Jumat (21/9/2018).

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Tapteng, Awaluddin Rao,ST saat redaksi 1MINUTESNEWS.COM mengkonfirmasi terkait dugaan inisial AR.ST adalah dirinya.

Bacaan Lainnya

“ Benar itu adalah saya bang, saya beserta 5 (lima) orang rekan sesama anggota DPRD memang sudah pernah dimintai keterangan terkait hal ini dalam kapasitas sebagai saksi,” ungkap Rao, hari Jumat (21/9) pukul 20.00 WIB melalui sambungan telephone seluler.

“ Tapi, saya belum menerima surat penetapan tersebut, saya pun baru baca dari berita di media on line yang menyebutkan inisial nama saya sebagai salah seorang tersangka oleh Polda Sumut, bang,” lanjutnya.

Terkait kasus ini, Awaluddin Rao mengaku sangat kecewa dengan sikap dari Penyidik Polda Sumut. Menurutnya, saat dirinya diperiksa sudah menjelaskan bahwa tidak mengetahui adanya pembayaran billing hotel atas namanya yang di fiktifkan.

“ Saya sudah jelaskan kepada penyidik, bahwa setiap saya menginap yang mengurus pembayaran dan mengambil billing hotel itu adalah rekan saya. Saya hanya diberitahu dimana menginapnya dan diserahkan kunci. Lagi pula sesuai jumlah yang mereka (penyidik,red) tudingkanpun sangat kecil. Saya dituding merugikan negara sebesar Rp. 16 juta. Setahu saya saat pemeriksaan BPK tahun 2017 ada memang temuan terkait perjalanan dinas saya sebesar Rp. 6 juta. Nah ini sudah saya kembalikan. Kok jadi persoalan kembali,” ungkap Rao.

Selain kecewa terhadap sikap penyidik, Rao juga merasa janggal terhadap kasus yang dituduhkan kepada dirinya. Menurutnya saat diperiksa sebagai saksi, mereka ada 6 (enam) anggota DPRD. Tapi pihak Penyidik menetapkan lima sebagai tersangka.

“ Kami saat diperiksa sebagai saksi ada enam orang anggota DPRD Tapteng termasuk saya. Nah saya baca di media on line dari enam orang ini, kok hanya kami berlima yang dijadikan tersangka. Jelas..jelas bang, saya curiga, sebab setahu saya rekan saya yang tidak dijadikan tersangka, pemakaiannya lebih besar dari yang dituduhkan kepada saya,” beber Rao.

Saat dipertanyakan nama anggota DPRD Tapteng tersebut, Rao menyebutkan sebuah nama. Tetapi walaupun nama tersebut lengkap diberikan, sesuai kode etik Pers redaksi menuliskan hanya inisial.

“ Pak STL, bang. Setahu saya pemakaian fiktifnya sebesar 86 Juta. Kok lolos? Ini kan aneh,” lanjut Rao.

Rao menegaskan, apabila dirinya dipanggil kembali sebagai tersangka, akan siap menghadapinya.

“ Kalau sebagai saksi memang penyidik tidak harus minta izin kepada Gubernur bang. Tetapi bila sebagai tersangka itu izin Gubernur. Tapi saya siap untuk dipanggil dan buka-bukaan terhadap kasus ini. Saat melakukan perjalanan dinas kan bukan satu atau lima orang saja bang. Makanya kalau mau terang benderang, pihak Penyidik Polda harus bersikap adil. Semua yang melakukan perjalanan dinas harus diperiksa,” kata Rao.

Mengenai ketidaktahuan terhadap penetapan tersangka tersebut juga diakui Hariono Nainggolan. Dirinya mengaku bahwa yang dimaksud dimedia on line inisial HN itu dirinya.

“ Iya benar bang, saya juga telah diperiksa sebelumnya oleh Penyidik Polda Sumut sebagai saksi. Tetapi hingga saat ini saya tidak mengetahui bahwa saya ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Hariono, hari Jumat (21/9) sekira pukul 17.00         WIB.

Sementara itu, Kabid Humas Poldasu Kombes Tatan Dirsan saat dihubungi terkait adanya pemeriksaan 6 orang anggota DPRD Tapteng tetapi yang dijadikan tersangka hanya lima orang ,menyebutkanhal itu sesuai dengan informasi dari Pihak Direktorat ReserseKriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumut.

“ Ya hanya itu, dibaca releasenya Ya Pak,” jawab Kombes Tatan

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) telah menetapkan 5 (lima) oknum Anggota DPRD Tapteng periode 2015-2020 dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng TA. 2016 dan 2017.

Dalam Press Relase berkepala surat Poldasu dan berasal dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) menyebutkan bahwa 5 (lima) orang oknum anggota DPRD Tapteng yakni AR.ST, SG,HN,JN dan JS ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng TA. 2016 dan TA 2017.

Kerugian negara hasil penyidikan pihak Dirkrimsus Polda Sumut menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp. 655.924.350.

Sementara pasal yang dipersangkakan terhadap kelima oknum anggota DPRD Tapteng ini adalah Pasal 2 ayat (1) sub pasal 3 Undang-undang RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah  dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (AST)

 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

loading...