Aneh.. SPBU Ini, Miliki Bak Penampungan Malah Langsir BBM Pakai Jerigen Ke Gudangnya

  • Whatsapp

Tapteng,1Minutesnews.com– Puluhan jerigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diisi SPBU Pandan dilangsir menggunakan becak ke gudang yang berada tepat di belakang SPBU tersebut, Jumat (31/8/2018)

Pemandangan unik ini jelas mengundang tanda tanya kepada awak media.

Bermula dari Informasi salah seorang warga menyebutkan adanya dugaan penimbunan BBM di SPBU Pandan ini.

Untuk membuktikannya, beberapa awak media mendatangi SPBU Pandan ini hari Kamis (30/8/2018).

Keterangan : Terlihat sebuah becak bermotor usai mengisi BBM di SPBU Pandan dengan menggunakan Jerigen (Lingkaran Merah). Foto : Screenshot Vidio

Dari hasil pemantauan dan sempat di vidiokan awak media, terlihat jelas, sebuah becak bermotor bak terbuka hilir mudik berulangkali mengisi puluhan jerigen ke SPBU Pandan. Usai selesai seluruh Jerigen terisi, becak tersebut selanjutnya mengarah ke samping lokasi SPBU ini dan berhenti di sebuah gudang yang berada tepat di belakang SPBU.

Setelah mendapatkan bukti visual, awak media menuju ke lokasi gudang untuk memastikan bahwa BBM yang di angkut tersebut digunakan untuk apa dan jenisnya apakah subsidi atau non subsidi.

Sayangnya, pintu gudang yang terbuat dari seng tertutup rapat, dan melalui celah kecil awak media melihat bahwasannya, becak yang mengangkut BBM tersebut berada di dalam gudang ini.

Keterangan : Terlihat Betor (Lingkaran Merah) berisi Jerigen bukan ke luar dari Pintu Keluar SPBU malah keluar dari Pintu Masuk

Tak beberapa lama seorang pria mendatangi awak media dan mempertanyakan maksud dan tujuan awak media mendatangi gudang tersebut. “ Dari mana Pak,” ucap  Pria tersebut yang mengaku bekerja di gudang ini. Setelah Awak Media menjelaskan identitas dan maksud ke arah gudang tersebut, Pria ini meminta Awak Media untuk bertemu langsung dengan pemilik gudang yang ternyata milik SPBU Pandan ini.

Kepada awak media, pemilik SPBU yang mengaku bermarga Siregar itu membantah kalau jerigen jerigen itu berisi solar bersubsidi. Dia mengatakan bahwa BBM yang dilansir ke gudang belakang adalah BBM jenis Pertalite. BBM itu, kata dia, adalah milik TNI AU yang akan diantarkan ke pangkalan Radar di Sorkam.

“Jerigen itu berisi Pertalite, itu untuk AURI. Karena memang Polisi/TNI dapat minyak dari Negara, mereka itu kan tidak punya tangki sehingga dititip di SPBU. Untuk mengambil minyak itu pakai jerigen diantar ke Pangkalan Radar di Sorkam,” kata Siregar sambil menunjuk seorang pria yang dia sebut seorang anggota TNI AU.

Keterangan : Betor yang sama dengan mengisi BBM dengan Jerigen di SPBU Pandan usai keluar dari Pintu Masuk menuju ke samping SPBU ke arah sebuah gudang.

Menurut Siregar, jerigen jerigen berisi BBM itu memang sengaja disimpan di gudang belakang agar tidak mengganggu di SPBU.

“Agar jerigennya tidak semak di depan makanya aku suruh dibuat ke belakang,” ujar Siregar.

Sementara itu, pihak Sat Radar 234, saat dikonfirmasi melalui telephone seluler oleh salah seorang awak media membenarkan bahwa pihaknya menitipkan bahan bakar untuk operasional Radar dan kendaraan operasional di SPBU Pandan karena tidak mempunyai penyimpanan sesuai standart yang ditetapkan Pertamina.

Disebutkan, bahan bakar untuk operasional Radar yang berada di Sorkam diantar langsung dari Depot Pertamina Sibolga menggunakan pakai mobil tangki biru putih milik pertamina, tidak menggunakan jerigen jerigen.

“Kita didukung bahan bakar untuk operasional, karena kita tidak punya tempat penyimpanan sesuai standart, makanya kita menitipkan BBM ke SPBU itu. Untuk pergeseran BBM ke pangkalan radar di Sorkam itu pakai mobil tangki pertamina biru putih,” ujar Harja , salah seorang Perwira di Sat Radar 234 Sorkam ,yang biasanya menjadi Humas dan tempat bertanya awak media apabila terkait dengan AURI.

Menilai, informasi dari Pihak SPBU Pandan dan Sat Radar 234 tidak singkron, awak media yang terdiri dari media 1Minutesnews.com dan Tapanulipost.com memutuskan untuk membuktikan dengan membawa warga yang sebelumnya menginformasi hal ini.

Awak Media dan warga tersebut menunggu di seberang jalan SPBU, benar saja sekitar 1 jam menunggu, sebuah pick up ke luar dari arah gang gudang tersebut.

Warga yang memberikan informasi tersebut kemudian bertanya kepada sopir pikap muatan apa yang ada didalam mobil. Si sopir mengaku membawa jerigen jerigen kosong. Dia mengaku tidak diberikan membeli minyak karena situasi sedang panas.

“Tidak dikasi beli minyak, katanya karena situasi lagi panas, makanya saya pulang bawa jerigen kosong,” ungkap sopir.

Sopir juga mengaku kalau dia sering membeli minyak jenis pertalite dan solar dalam jumlah banyak di SPBU Pandan. Dia mengungkapkan, minyak tersebut dia bawa ke Tapsel untuk dijual kembali ke pengecer-pengecer di daerah itu.

Ketika ditanya kenapa tidak membeli BBM di SPBU Batangtoru atau di SPBU Lopian, si sopir mengatakan tidak diberikan membeli dengan jumlah banyak, sehingga si supir membeli di SPBU Pandan. (Ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan