Sidang Roro Fitria, Saksi Sebut Adanya Transfer Uang Untuk Beli Sabu

  • Whatsapp

Jakarta-1MN.COM | Artis Roro Fitria kembali menjalani persidangan terkait sidang narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan seorang saksi dari pihak perbankan bernama Raditya Perkasa Dwi Putra, hari Selasa (7/8/2018)

Dalam kesaksiannya, Raditya mengatakan bahwa Roro Fitria pernah mengirimkan uang senilai Rp 5 juta ke rekening atas nama Wawan Hertawan. Transfer itu dilakukan pada tanggal 14 Februari 2018.

Bacaan Lainnya

Wawan saat ini juga menyandang status tersangka karena diduga menyediakan sabu yang dipesan oleh Roro. Wawan kala itu ditangkap terlebih dulu di kawasan Hayam Wuruk dan saat digeledah polisi menemukan dua klip sabu dalam bungkus rokok.

Usai sidang, kuasa hukum Roro Fitria, Asgar Sjarfi mengatakan bahwa uang senilai tersebut ditransfer kliennya untuk membeli narkotika jenis sabu. Tetapi, Asgar sendiri tak yakin jika sabu tersebut seharga Rp 5 juta.

“Enggak Rp 5 juta sih, (tapi) sekian-sekian emang itu. Karena mereka anak baru, mereka enggak tahu harganya berapa, asal transfer berapa juta. Mereka baru mencoba (memakai sabu),” terang Asgar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/8)

Setelah Roro mengirimkan uang sebanyak Rp 5 juta ke Wawan, maka selanjutnya Wawan mengirim uang tersebut kepada orang lain bernama Nila Asiani. Namun hingga kini, keberadaan Nila masih belum diketahui.

“Bu Nila itu yang masih misteri buat kita, nominalnya bukan Rp 5 juta. Nanti itu ada rinciannya lah. Memang Wawan ini selain kawan dekat (Roro), temannya dia (Nila) juga,” beber Asgar.

[irp posts=”217″ name=”Ironis, ABG Korban Perkosaan Kakak Kandung Malah Diganjar Pidana 6 Bulan”]

Kuasa hukum Roro Fitria juga merasa aneh mengapa sampai saat ini pihak penyidik tidak mencari keberadaan Nila yang diduga sebagai bandar narkoba. Karena jika nantinya Nila tertangkap, maka kasus narkoba yang menjerat Roro pun akan semakin jelas.

“Kenapa enggak dikejar itu. Dia (Nila) itu kan bandarnya, penjual. Kenapa mereka (Roro Fitria dan Wawan Hertawan yang ditangkap),” kata Asgar.

“Kalau dia (Nila) penjual, iya bandar. Itu yang tidak dikejar oleh polisi. Apakah karena Bu Roro itu artis, jadi dia jadi ketumpuan bebannya ke suatu yang dikejar,” tambahnya.

Selain itu Asgar juga menambahkan tidak ada keuntungan yang akhirnya didapat oleh Roro setelah dirinya mengirimkan sejumlah uang yang diduga untuk membeli barang haram tersebut.

Roro kini malah harus mendekam di Rutan Pondok Bambu dan menjalani proses persidangan yang masih terus bergulir.

“Tidak ada profit setelah mereka membeli barang (haram) ini, tidak ada profit lagi. Biasanya kan kalau dia jual ada keuntungannya. Ini kan tidak ada keuntungannya,” pungkasnya.

Di Sidang sebelumnya hari Kamis (2/8) minggu lalu, beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari jaksa penuntut umum. Penuntut umum menghadirkan saksi dari pihak kepolisian bernama Welly. Saat bersaksi, ia menceritakan kronologi penangkapan pemain film ‘Street Society’ itu.

Pada awalnya, polisi menangkap Wawan Hertawan di kawasan Hayam Wuruk. Saat penggeledahan, polisi menemukan dua klip sabu dalam bungkus rokok.

“Awalnya saudara Wawan awalnya tidak mengaku, sampai akhirnya dia ternyata pemesannya bernama Nyai,” kata Welly dalam persidangan.

Baca halaman 2 (dua)…

loading...
loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan