Oknum Hakim Tipikor Medan Kena OTT KPK, Gunakan Dua Kata Sandi Saat Transaksi Suap

  • Whatsapp

Jakarta,1Minutesnews.com – Kena OTT, KPK menetapkan Merry Purba selaku hakim adhoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan sebagai tersangka kasus suap korupsi Tamin Sukardi, Rabu (29/8/2018).

Lembaga Anti Rasuah ini  dalam Konfrensi Persnya mengungkapkan kata-kata sandi dalam berkomunikasi terkait kasus suap yang juga melibatkan Terpidana Tamin Sukardi.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, awalnya KPK menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya transaksi suap kepada hakim. Penyelidik kemudian menemukan adanya komunikasi mengenai penyerahan uang. Menurut Agus, ditemukan adanya sandi dan istilah tertentu yang digunakan oleh pemberi dan penerima suap. Sandi itu diduga untuk menyamarkan transaksi suap.

“KPK mengidentifikasi penggunaan sandi dan kode komunikasi dalam perkara ini,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Pertama, ada dugaan penggunaan kata pohon untuk mengganti kata uang. Kemudian, menggunakan istilah ratu kecantikan untuk menyamarkan hakim.

Diduga, ratu kecantikan yang dimaksud adalah hakim Merry Purba. Diduga, uang 280.000 dollar Singapura tersebut untuk memengaruhi putusan hakim terhadap perkara korupsi penjualan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2 dengan terdakwa Tamin Sukardi.  (Dian)

 

loading...
loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan