KPK Kembali Panggil Menteri Idrus Marham Terkait Kasus suap PLTU Riau-1

  • Whatsapp

Jakarta, 1MN.Com– Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (15/8)

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar kembali dijadwalkan sebagai saksi dalam kasus suap PLTU Riau-1.

“Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka EMS (mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih), ” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (15/8)

Ini merupakan pemeriksaan ketiga kalinya terhadap Idrus Marham. Idrus sempat diperiksa dalam kasus ini pada (19/7) dan (26/7). Saat itu, Idrus ditelisik soal aliran dana dan pertemuannya dengan dua tersangka.

Sementara itu Menteri Idrus Marham membenarkan pemanggilan dirinya oleh KPK terkait dengan dua orang tersangka di kasus ini.

“ Hari ini saya dipanggil oleh KPK, terkait dengan tersangka Johanes B Kotjo dan Eni Saragih,” kata Idrus di Gedung KPK Jakarta, Rabu (15/8).

Menurut Idrus, pemanggilan ketiga atas dirinya untuk memperjelas pemeriksaan sebelumnya. “Ya saya punya keyakinan bahwa mungkin dalam rangka untuk penjelasan saya sebelumnya. Tentunya substansinya belum tahu persis, nanti mungkin setelah ditanyakan pak penyidik bisa saya sampaikan,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan sebelumnya  Idrus mengaku sudah mengungkapkan semua informasi yang ia ketahui terkait kedua tersangka kasus ini yakni kader partai Golkar Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Limited Johannes B Kotjo. Termasuk mengenai pertemuannya dengan Eni, Johannes Kotjo dan Dirut PLN, Sofyan Basir yang membahas proyek PLTU Riau.

Saat ditanyakan ihwal rekaman cctv yang disita penyidik KPK, Idrus mengaku belum mengetahuinya.

Diketahui, dalam CCTV yang disita KPK dari sejumlah lokasi, Menteri Sosial Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir terekam beberapa kali melakukan pertemuan dengan kedua tersangka dalam kasus ini yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih (EMS) dan bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan dari rekaman tersebut banyak hal yang diklarifikasi ke Idrus, salah satunya terkait pertemuan-pertemuan Idrus dengan para tersangka, serta dugaan Idrus bertalian aliran dana “pelicin”. ‎

Baca halaman 2 (dua)……..

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan