Pria Tua Ini di Duga Idap Pedofilia, Gerayangi Tubuh Siswi SMP Hingga Korban Jatuh

  • Whatsapp

Nias-1MN.COM | FW alias AMA GAEDI (56) warga Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias ditahan di Polres Nias guna penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial SW (14)  yang terjadi Sabtu (14/04/2018) sekitar  pukul 10.00 Wib tempat kejadian pinggir Jalan Umum Desa Fadoro Hunogoa Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias.

Hal itu dikatakan Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK, M.H melaui Ps. Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo kepada redaksi 1MinutesNews.com melalui pesan Whashapnya hari Senin (13/8/2018).

Disebutkan, awalnya pelaku menawari korban SW (14) warga Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias untuk naik diboncengan sepedamotornya. Hari itu Sabtu (14/4/2018) sekitar pukul 10 WIB, SW dan temannya berjalan kaki menuju pekan Onohada.

Di tengah perjalan menuju pekan, ia pun ditawari tumpanhgan sepedamotor oleh Ama Gaedi warga  Meski sempat menolak namun ia akhirnya termakan bujukan Ama gaedi untuk ikut.

Namun dalam perjalanan, korban meminta diturunkan di depan rumah saksi MW, namun hal itu tidak dihiraukan oleh Ama Gaedi.

Ia terus melajukan sepeda motornya sambil melakukan cabul terhadap korban. Di pinggir Jalan Umum, Desa Fadoro Hunogoa, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias , Ama Gaedi memegangi paha mulus gadis belia itu. Tak hanya mengelus-elus paha SW, ia juga meremas dada gadis berusia empat belas tahun itu.

Mendapat perlakuan cabul dari Ama Gaedi,SW pun melawan dan menahan tangan pelaku agar tak terus menggerayangi tubuhnya.

Perlawanan yang dilakukan SW berhasil menghentikan aksi pelaku namun ia terjatuh dari sepeda motor Ama Gaedi. Melihat kejadian tersebut, pelaku bukannya menolong SW yang terjatuh, ia malah memilih pergi dan langsung meninggalkan korban.

Beruntung AW yang melintas di jalan tersebut melihat SW dan segera membawanyake Puskesmas Botombawo. Peristiwa itu pun selanjutnya dilaporkan ke polisi dengan nomor laporan LP / 91 / IV / 2018 / NS, tanggal 14 April 2018.

“Pada kasus ini telah diperiksa delapan orang saksi. Kasus ini telah digelar oleh Penyidik sekaligus penetapan tersangka. Telah dilakukan pemeriksaan Psikiatri terhadap tersangka dengan kesimpulan tersangka ada kelainan orientasi seksual (Pedofilia),” tulis Restu dalam pesan whatshapnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) dari Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang – undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang – undang. Untuk kepentingan penyidikan, tersangka saat ini ditahan di RTP Polres Nias. (Agus/Rel Polres Humas Nias)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan