Bawaslu Nyatakan Dugaan Mahar Rp. 1 T Sandiaga Tak Terbukti

  • Whatsapp
loading...

Jakarta ,1Minutesnews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan laporan dugaan mahar Rp 1 triliun Sandiaga Uno ke PAN-PKS tidak dapat dibuktikan. Dari pemeriksaan, Bawaslu tidak mendapatkan bukti-bukti soal adanya dugaan mahar terkait pencalonan di Pilpres, Jumat (31/8/2018).

Bawaslu menyimpulkan terhadap keterangan pelaporan dan saksi-saksi yang telah diambil keterangannya pada proses klarifikasi, para saksi tidak melihat, mendengar atau mengalami secara langsung peristiwa yang dilaporkan oleh pelapor melainkan mendengar dari keterangan pihak lain (testimunium de auditu) sehingga tidak memiliki kekuatan dalam pembuktian.

Bacaan Lainnya

Sementara terhadap bukti-bukti seperti kliping, screenshot dan video yang disampaikan oleh pelapor ,Bawaslu berkesimpulan hal ini merupakan bukti-bukti yang memerlukan keterangan tambahan yang membenarkan bukti tersebut, sehingga bukti-bukti tersebut patut untuk dikesampingkan.

Sehingga Bawaslu memutuskan terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan presiden dan wakil presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum

“ Bahwa terhadap laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 tidak ditemukan jenis dugaan pelanggaran pemilu yang dilanggar oleh terlapor “ ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/8/2018).

Menanggapi Keputusan Bawaslu ini, Cawapres Sandiaga berharap semua pihak dapat menjunjung transparansi menghadapi Pilpres 2019. Keputusan Bawaslu atas laporan berdasarkan cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief dinilai menjadi momentum untuk mengingatkan para elite mengenai keinginan masyarakat agar pemilu berlangsung damai.

“Kita harus junjung tinggi transparansi dan kita Insyaallah, tentunya ingin pemilu yang bersih, jujur, adil, penuh dengan kesejukan, penuh dengan rasa persatuan,” ujar Sandiaga di RS Medistra, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (31/8/2018). (Dian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

loading...