9 Nelayan Diamankan TNI AL Sibolga, Di Duga Tangkap Ikan Pakai Bahan Peledak

  • Whatsapp

Sibolga,1MN.Com | Di duga menggunakan bahan peledak (Handak), 1 unit kapal penangkap ikan KM RESTU BUNDA II, GT.06. No:232/S.69, beserta 9 (sembilan) orang awaknya,  berhasil diamankan Pangkalan TNI AL (Lanal) Sibolga di Perairan Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah, hari Jumat,(17/08), sekitar pukul 22:00 WIB.

Penangkapan kapal ikan beserta awaknya di karenakan adanya dugaan mempergunakan bahan peledak (handak) dalam melakukan penangkapan ikan. Tertangkapnya Kapal Ikan ini merupakan merupakan keberhasilan ke empat kalinya dari Lanal Sibolga sejak di Komandoi Letkol (P) Faja Priyanto K selaku Dan Lanal Sibolga dalam menggagalkan penangkapan ikan dengan mempergunakan handak atau di kenal dengan istilah “ Bom Ikan “ .

Bacaan Lainnya

Dan Lanal Sibolga, Letkol (P) Fajar Priyanto, K dalam konfrensi persnya hari Sabtu (18/8/2018) mengatakan bahwa tindakan ini merupakan komitmennya sejak awal menjabat.

“ Kapal ikan beserta awaknya berhasil kami gagalkan saat hendak melaut. Seja sore hari sudah kita buntuti. Sejak awal saya menjabat sebagai  Danlanal di sini, sudah berkomiten untuk menegakkan kedaulatan dan kemanan di wilayah saya. Amanah ini yang saya laksanakan, hasilnya selama menjabat kami sudah menangkap dan memproses, ini yang ke empat kalinya kapal ilegal fishing dengan menggunakan Handak,”ucap Fajar di Mako Lanal Sibolga, hari Sabtu (18/8).

9 Nelayan Ditangkap TNI AL Sibolga

Letkol (P) Fajar juga menjelaskan, bahwa penangkapan ini bukan saat melakukan kegiatan. Tetapi berdasarkan muatan kapal saat digeledah ditemukan beberapa barang bukti yang mengarah kepada kegiatan penangkapan ikan dengan bahan peledak.

“Kapal ilegal ini ditangkap bukan saat melakukan kegiatannya, jadi kita cegah dulu, kenapa saya bisa mengatakan kapal ini ilegal fishing menggunakan bahan handak, barang bukti dan alat bukti sangat mendukung bahwa ini adalah kapal handak”, sebut Fajar.

[irp][irp posts=”806″ name=”Alamak… Terungkap Dipersidangan Majelis Hakim Menilai PT. PLN Sibolga Selama 10 Tahun Tidak Tera Ulang Alat Ukurnya”]

Menurut Fajar, penagkapan ikan dengan menggunakan Handak merupakan kejahatan yang terbesar dibidang perikanan, penggunaan Handak dapat merusak habitat laut.

“Yang saya ketahui dahulu menangkap ikan hanya di Wilayah Pulau Poncan, tapi karena terumbu karang habis dan  rusak akibat penggunaan bahan peledak, nelayan tradisional menangkap ikan harus jauh ke tengah lautan. Komitmen saya, akan menangkap semua pelaku ilegal fishing terutama penggunaan Handak”, tegas Fajar.

Para nelayan ini akan dijerat dengan Pasal 53 UU Perikanan terkait percobaan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.

“ Rekan-rekan bisa lihat, ada alat-alat yang digunakan sebagai alat Handak, seperti kompresor, Dupa, Belerang sekitar 1,5kg , korek api, alat selam. Pengakuan dari yang bersangkutan bahwa dia akan melakukan pengeboman ikan, jadi mereka kita kenakan Undang-undang perikanan Pasal 53 percobaan penangkapan ikan dengan handak,” papar Fajar. (Fery).

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan